Bertaruh Nyawa Perbaiki Jembatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bertaruh Nyawa Perbaiki Jembatan

Bertaruh Nyawa Perbaiki Jembatan

Written By Mang Raka on Jumat, 27 Mei 2016 | 13.00.00

BATUJAYA, RAKA - Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pembangunan jembatan tak menyurutkan langkah warga untuk bergerak. Salah seorang warga bahkan sampai rela memperbaiki sendiri jembatan yang dilalui banyak orang meski pengerjaannya berbahaya.
Sardim warga Desa Telukbango Kecamatan Batujaya ini merasa prihatin ketika melihat jembatan yang sudah tua itu tidak pernah diperbaiki sama sekali. Apalagi kata dia, kondisi jembatan ini sudah lapuk dan rapuh serta sangat membahayakan. Demi menjaga keselamatan warga lainnya, ia berinisiatif memperbaiki pondasi akses penyeberangan ini. Kendati dalam proses pengerjaannya memang sangat beresiko. Hanya dengan modal seutas tali yang dijadikan penahan badan, Sardim dengan telaten memperbaiki satu per satu bagian penyangga jembatan yang rusak. "Lagi perbaiki jembatan, soalnya kalau tidak diperbaiki segera, takut warga yang menyeberang jatuh, kan bahaya," katanya.
Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini memang terbiasa dengan pekerjaan berat. Namun dalam perbaikan jembatan ini, dirinya sama sekali tidak dibayar alias sukarela. Ia pun mengeluhkan acuhnya pemerintah membiarkan jembatan lapuk dimakan usia. "Wah pokoknya kalau di utara mah kacau lah," sindir dia. Contoh lainnya ialah pengerjaan jalan Batujaya-Pakisjaya. Pekerjaannya sangat nanggung dan tidak disambungkan dengan jalan yang sudah bagus. "Prihtain saja kalau melihat seperti ini, kalau pemerintah diam saja trus mau siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang perbaiki," ucap pria ini.
Tak hanya itu alat yang digunakan untuk memperibaiki jembatan tersebut juga sangat sederhana dan seadanya. Kesulitan ekonomi yang dia hadapi membuatnya hanya bisa membantu seadanya. Barang-barang yang tersedia di alam pun dimanfaatkan. Seperti dengan menggunakan batang pohon dari sisa pembangunan yang dia ambil dari tempat kerjanya. "Ya cuman pake tali kayu aja sama kayu sisa dari pembangunan, mau beli yang bagus juga tidak ada uangnya," tutur pria ini.
Dia berharap pemerintah bisa lebih peka dan prihatin terhadap kondisi pelosok. Banyak hal, sambung dia, yang nyaris tak tersentuh pembangunan. "Kalau ada anggaran dari pemerintah, pasti warga ramai-ramai ikut membantu pembangunan," tutup dia menyudahi. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template