Belasan Lapak Bensin Bangkrut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belasan Lapak Bensin Bangkrut

Belasan Lapak Bensin Bangkrut

Written By Mang Raka on Senin, 16 Mei 2016 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Pengusaha lapak bensin campuran di pelosok desa di Kecamatan Tegalwaru mengaku mengalami penurunan omset akibat tumbuh suburnya pom mini. Bahkan ada pula yang sampai gulung tikar karena pembeli lebih memilih membeli di pom-pom mini. Diperkirakan belasan lapak bensir serupa bangkut di wilayah kecamatan tersebut.

Seperti diakui Iroh (30) pengusaha bensin campuran yang masih berusaha bertahan, di Kampung Cipeuteuy Desa Mekarbuana, Minggu (15/5), penjualan bensin campuran yang dilakukannya tidak seperti di pom mini dengan takaran yang tepat dan jumlah rupiah yang berapa saja bisa dijual dengan parameter kuota yang tetap. Sebab itulah mereka hanya mengaku pasrah dengan persaingan tersebut.
Masih dikatakan Iroh, penjualannya mengalami penurunan yang sangat signifikan hingga mencapai 50%, dan kini mampu bertahan dengan menjual solar yang menjadi unggulannya karena di pom-pom mini tidak ada yang menjual jenis bahan bakar tersebut. "Saya hanya bisa mensiasati dengan menjual solar saja. Kalau BBM jenis premium saya sudah kalah apalagi keuntungan, syukurnya disini pelaku usaha sowmill (Pemotong kayu) dan Penggilingan padi yang menggunakan jenis bahan bakar itu belinya di saya jadi itu yang masih aman. Biasanya keuntungannya hingga Rp 200.000/hari tapi sekarang hanya bisa Rp 100.000 saja sudah bersyukur," katanya.
Lain lagi dengan Adom (36), pemilik warung bensin eceran di Kampung Tegalmalang, Desa Cintalanggeng mengaku, sudah tidak bisa berbuat banyak karena kalah saing dengan pom mini, hingga dirinya memberhentikan operasional penjualan bensin campuran agar bisa menyelematkan modal. "Daripada malah modal juga yang habis mendingan saya urungkan niat lagi berjualan BBM dan sekarang yang justru diminati oleh pembeli mereka lebih memilih membeli di Pom Mini karena takaran yang tepat dan pas itu yang di butuhkannya," imbuhnya.
Hal sama diungkapkan siswa sekolah SLTP di lingkungan Kecamatan Tegalwaru, dirinya lebih memilih membeli di pom mini eceran karena dengan Rp.5000 pun masih bisa membeli. "Untuk uang bekal jajan kami kan terbatas, makanya pintar-pintarnya saya dari uang jajan hanya Rp 15.000, cukup beli bensin Rp 5000. Kalau di kios BBM eceran tidak bisa beli Rp 5000. Makanya anak-anak sekolah lebih memilih beli di pom mini," tutupnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template