Bekas Tambang di Cibayat Meresahkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bekas Tambang di Cibayat Meresahkan

Bekas Tambang di Cibayat Meresahkan

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Mei 2016 | 16.00.00

TEGALWARU,RAKA - Lokasi bekas pertambangan di wilayah Kampung Cibayat, Desa Kutamaneuh, dibiarkan begitu saja. Terlebih tidak ada pohon untuk penguat sehingga warga pun khawatir terjadi pergerakan tanah yang bisa berakibat longsor.

"Kami mengkhawatirkan lokasi bekas pertambangan itu. Harusnya ada pohon-pohon yang ditanam sebagai penguat tanah supaya tidak terjadi longsor," tandas Imas (42) pemilik warung dibawah pertambangan yang sudah ditutup itu, Rabu (18/5). Luas lahan yang dijadikan areal pertambangan itu hampir 1 hektar, kini kondisinya tanahnya sudah terkikis dan dari pantauan RAKA dibeberapa bekas galian ada longsoran. Namun karena lokasi berada agak ke dalam wilayah perbukitan, maka warga mengkhawatirkan berdampak ke perkampungan milik warga.
Dijelaskan, sebelumnya memang ada aktivitas pertambangan dilokasi tersebut namun sudah ditutup oleh pemerintah wilayah karena belum mengantongi izin. Tetapi bekas pertambangan itu meninggalkan galian yang saat ini beberapa kikisan tanah mengalami longsor. “Kami khawatir, longsoran itu bergerak terus hingga sampai ke perkampungan. Namun sejauh ini masih aman-aman saja," paparnya.
Ketua Rukun Tetangga 09 Kampung Cibayat, Rohmid (52) mengatakan tidak menampik pernah terselenggaranya pertambangan yang sudah hampir dua tahun ditutup. Karena hujan deras dirinya pun membenarkan tanah itu longsor, namun kondisinya karena adanya di wilayah agak dalam maka sejauh ini perkampungan yang dekat masih aman-aman saja.
“Jarak ke perkampungan lumayan jauh. Perkiraan saya hampir 2 km, jadi sejauh ini berstatus aman. Cuma lokasi dekat dengan areal pemakaman umum. Itu saja yang saya khawatirkan longsor malah berdampak ke pemakaman," ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kutamaneuh, Adang (44), mengatakan zona bekas pertambangan saat ini masih aman. Dan dirinya menjamin tidak akan terjadi longsor di wilayah itu dan berakibat kepada perkampungan warga karena jarak yang jauh. “Ini kan sudah hampir dua kali memasuki musim hujan kondisinya masih aman saja. Saya jamin tidak akan kena perkampungan warga," tegasnya.
Terkait penghijauan disekitar lokasi pertambangan, Adang mengaku dirinya pernah melayangkan surat kepada Pemerintahan Kecamatan Tegalwaru agar bisa melakukan tanam ulang di wilayah tersebut dengan pemiliknya. Namun ketika RAKA menkonfirmasi siapa pemiliknya, Kades Kutamaneuh justru mengatakan dirinya tidak mengetahui karena pekerjaan pertambangan itu saat dirinya tidak menjabat kepala desa. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template