Begal Bersarang di Flyover Cikampek - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Begal Bersarang di Flyover Cikampek

Begal Bersarang di Flyover Cikampek

Written By Mang Raka on Sabtu, 21 Mei 2016 | 12.00.00

-Akibat Minimnya Penerangan Jalan Umum

CIKAMPEK, RAKA - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sekitar flyover Cikampek, mengundang para begal berkeliaran. Sudah beberapa kali warga sekitar memergoki penjahat jalanan itu melakukan aksinya.
Seperti disampaikan Ketua RT 02/08, Dusun Wirakarya, Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Ahmad Sopandi. Terakhir kali dia memergoki begal melakukan aksi penghadangan kepada pengendara sepeda motor akhir bulan April lalu. Saat itu ada sepasang suami istri dari Jakarta mau pulang ke Jawa Timur, dengan mengendarai sepeda motor. Tapi saat melintasi flyover Cikampek, dia disenggol para begal yang berupaya merebut barang-barang yang dibawanya.
Karena korban berteriak minta tolong, warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian langsung berdatangan, dan berupaya melakukan pencegahan. Bahka warga juga berupaya menangkap begal, tetapi kawanan penjahat itu berhasil melarikan diri. "Untung warga menolong korban. Tapi begalnya kabur," ujar Ahmad kepada Radar Karawang, Jumat (20/5).
Ia melanjutkan, korban mengaku sudah merasa dibuntuti oleh kawanan begal sejak dari depan Yogya. Mereka berjumlah 6 orang menggunakan 3 motor. Kejadian tersebut, menurutnya bukan kali pertama diketahui oleh warga sekitar. Bahkan sudah sangat sering, terutama malan Sabtu dan Minggu. "Ini karena flyovernya minim PJU, dan minim pengamanan yang siaga juga. Makanya para pelaku bebas melakukan aksinya," jelasnya.
Dia juga menyampaikan, terkadang banyak orang yang tidak dikenal bergerombol dan berkeliling di sekitar flyover Cikampek. "Setiap malam minggu sering terjadi gaduh. Ada kelompok orang yang sengaja memancing keributan," ujarnya.
Beberapa bulan lalu, pihak kepolisian juga pernah menangkap kawanan pemotor yang membuat resah masyarakat. Tetapi setelah penangkapan, kemudian dilakukan pembinaan, orang yang membuat resah tersebut kembali dibebaskan. Dan ujung-ujungnya rumah warga jadi sasaran pelemparan batu oleh mereka. "Rumah saya pernah dilempari batu oleh pemuda yang pernah ditangkap polisi. Kayaknya dedam, karena warga ikut mencegah aksi keributan mereka," ujarnya.
Penyebab munculnya begal dan aksi keributan yang dilakukan oleh para pemuda Cikampek dan sekitarnya, adalah karena tingkat pengangguran yang tinggi. Akibatnya kata Ahmad, membuat mereka sering berbuat onar. "Sekarang anak-anak sudah banyak terpengaruh oleh miras dan obat-obatan," ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang, Elievia Khrissiana ST, juga meminta pemerintah segera menjalankan tugasnya, merealisasikan program pemasangan PJU. Agar kecelakaan dan aksi kejahatan bisa ditekan. "Kami sudah melakukan sidak ke Cipta Karya. Untuk mengecek program PJU di 30 kecamatan, termasuk di Kecamatan Cikampek. Kami minta pemda segera merealisasikannya," tuturnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template