Balai Latihan Kerja Dikeluhkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Balai Latihan Kerja Dikeluhkan

Balai Latihan Kerja Dikeluhkan

Written By Mang Raka on Selasa, 10 Mei 2016 | 13.30.00

CIKAMPEK, RAKA - Gencarnya sidak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai masih kurang efektif untuk menekan angka pengangguran. Seharusnya saat pemda gencar melakukan sidak ke perusahaan terkait ketenagakerjaan, harus juga diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana balai latihan kerja (BLK) yang merupakan tempat untuk melatih para calon karyawan.
"Saya kira pemda masih belum serius untuk menekan angka pengangguran di Karawang. Karena BLK yang dimiliki pemda tidak representatif," ujar Ketua Harian Paguyuban Susah Mencari Kerja (Pasmeker), Aripufin (44) kepada Radar Karawang.
Dia menyampaikan, jika pemda serius, seharusnya bisa menyediakan BLK yang representatif. Karena mau tidak mau tidak mungkin perusahaan menerima begitu saja, tanpa memiliki kualifikasi atau keahlian sesuai yang diinginkan oleh perusahaan. Belum lkagi minimnya kuota BLK Disnakertrans Kabupaten Karawang untuk melatih para calon tenaga kerja. Dalam tiap tahunnya hanya menerima calon tenaga kerja sebanyak 400 orang, sementara setiap tahun angkatan kerja di Kabupaten Karawang terus meningkat. "Lihat saja fasilitas BLK nya. Cukup memprihatinkan," ujarnya.
Dia memyampaikan, dengan jumlah atau kuota yang sangat minim itu, jelas sangat tidak berbanding lurus dengan apa yang digembar-gemborkan oleh Pemkab Karawang. Saat ini bupati maupun wakil bupati Karawang yang selalu menyampaikan perusahaan harus menerima 60 persen warga Karawang. "Para manajer HRD di tiap perusahaan juga cukup mengeluhkan. Karena pemda meminta 60 persen harus warga Karawang. Tetapi saat perusahaan membutuhkan karyawan dengan kualitas tertentu ternyata sangat minim," ujarnya.
Dia mencontohkan, saat mengikuti tes saja, baik lisan maupun tulisan selalu ada di bawah rata-rata. Terutama di bidang ilmu eksak, meskipun harus masuk kerja cenderung dipaksakan. Padahal pihak perusahaan juga tidak mau rugi. "Kalau karyawannya secara SDM tidak mumpuni, maka kemungkinan besar perusahaan tidak akan memenuhi produk sesuai permintaan," jelasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template