Babi Hutan Mengamuk di Kutamaneuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Babi Hutan Mengamuk di Kutamaneuh

Babi Hutan Mengamuk di Kutamaneuh

Written By Mang Raka on Senin, 30 Mei 2016 | 17.00.00

TEGALWARU, RAKA – Hama perusaka kebun yakni babi hutan mengamuk di Kampung Bakan Dalem, Desa Wargasetra dan merusak lahan perkebunan kunyit siap panen disana. Akibatnya petani mengeluhkan gagal panen. Saat ini untuk menyelematkan sisa tanaman yang belum dirusak petani melakukan penjagaan ketat disekitar lokasi.

Dijelaskan, sepak terjang babi hutan yang tanpa pandang bulu melakukan perusakan membuat resah petani di Kampung Gunung Leutik, Desa Kutamaneuh. Petani bukannya tidak melakukan penjagaan melainkan selalu kebobolan oleh hewan yang juga dikenal dengan sebutan celeng ini. Sejumlah sumber yang dimintai keterangannya oleh RAKA mengatakan, hewan itu mengacak-acak kebun di pemukiman warga karena pakannya di kawasan hutan sudah menipis.
Seperti diungkapkan Kasam (44) petani wilayah Gunung Cisaar, Desa Kutamaneuh, kemarin, memang tanaman kunyit saat usia muda sangat digemari oleh binatang mamalia jenis babi hutan tersebut. Dirinya menanam kunyit sekitar 1000 meter persegi yang diharapkan bisa menjadi nilai tambahnya ketika panen padi selesai. “Sekarang yang diharapkan sudah sebagian habis di makan babi hutan. Agar tidak merugi maka saya dan sebagian para petani memilih memanen lebih awal agar tidak habis sia-sia," ungkanya.
Dharma (39) pun bernasib sama memaparkan kepada RAKA, dirinya terpaksa menjual kunyit dalam keadaan masih muda. Selain tua yang muda juga masih laku dipasaran, karena kebanyakan di wilayah Kecamatan Tegalwaru sekalian untuk memasak juga sering di makan sebagai lalapan pelengkap makan. “Yang penting tidak bongkor (Rugi besar), kalau dilihat dari cara garukan tanah kemungkinan babi hutan itu akan kembali lagi mencari kembali sisa-sisa kunyit yang di tinggalkan. Maka saya sepakat memanennya lebih awal agar lebih aman dan bisa di jual di pasar Loji," tukasnya.
Sementara di tempat berbeda, pemerhati lingkungan, Budi Dharmawan (41) menyampaikan, sebenarnya yang disalahkan adalah ketersediaan pakan hewan hutan memang sudah sangat memperihatinkan kondisinya, sehingga babi hutan pun mencari pakan sampai ke wilayah areal pertanian masyarakat yang dekat dengan hutan. “Memang tidak bisa di salahkan sebelum-sebelumnya tidak ada cerita hewan mamalia jenis babi hutan datang dan menyerang areal persawahan atau pun pertanian yang lainnya milik warga. Tetapi sekarang, karena kondisi yang memaksa hewan itu turun mencari pakan di kebun warga," katanya.
Ditambahkannya, perlu disadari ini butuh perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah agar lebih memikirkan cara agar hewan-hewan itu tidak turun hutan dan merusak areal pertanian milik masyarakat dengan mencoba arif dan bijak memberikan sebagian wilayah dengan di tanami jenis pakan untuk hewan-hewan tersebut. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template