Awas Terigu Palsu Beredar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Awas Terigu Palsu Beredar

Awas Terigu Palsu Beredar

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Mei 2016 | 12.30.00

- Dua Orang Pelaku Ditangkap

PURWAKARTA, RAKA - Dua orang pelaku yang diduga sebagai jaringan pemalsuan merek terigu berhasil dibekuk jajaran petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta.
Dua pelaku sindikat pemalsu merek terigu yang telah beroperasi di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat masing-masing berinisial ST alias BB (45), warga asal Kota Cimahi. Sedangkan satu pelaku lainnya diketahui berinisial NS (35), warga asal Kabupaten Subang. Keduanya ditangkap petugas di salah satu gudang penyimpanan terigu di Kota Cimahi.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi, menjelaskan, keduanya ditangkap saat sedang memindahkan terigu merek tegu ke karung yang berlabelkan Bogasari, di salah satu gudang di Cimahi. "Modusnya, pelaku memindahkan terigu berkualitas rendah ke karung merek Bogasari," ujar Dadang, Selasa (3/5) di Mapolres Purwakarta.
Terigu palsu Bogasari ini, kata Dadang, kemudian dijual lagi ke sejumlah wilayah seperti Subang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Cimahi dan Bandung serta Sumedang. Ini terungkap, setelah pihak Bogasari membuat laporan mengenai adanya dugaan pemalsuan terigu. Setelah mendapatkan laporan, kemudian petugas melakukan penyelidikan selama dua pekan. Dari hasil penyelidikan, sementara petugas berhasil menangkap dua orang pelaku termasuk berhasil menyita 130 karung tepung terigu Bogasari palsu dengan kapasitas 25 kilogram. Selain itu, petugas juga mengamankan, karung, mesin jahit karung, serta benang yang diduga untuk pengemasan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Dadang, para pelaku ini diduga telah melanggar UU No 7/1996 tentang Pangan. Kemudian, melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU No 15/2001 tentang Merek. Tak hanya itu, kedua pelaku juga dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang perbuatan curang. "Ancamannya di atas lima tahun kurungan penjara," jelas dia.
Kasus ini, lanjut Dadang, akan terus dikembangkan. Karena, kata dia, kemungkinan jaringan ini sudah terorganisir dan jumlah tersangka akan bertambah. Saat diwawancarai awak media, ST mengaku, pihaknya melakukan pemalsuan terigu ini sejak dua tahun terakhir. Awalnya, tergiur dengan keuntungan yang besar. Karena ketagihan, pemalsuan terigu ini jadi ladang mencari nafkah. "Saya beli terigu merek Tegu sekitar Rp 125-130 ribu per karung 25 kilogram. Lalu, dipindahkan ke karung Bogasari, dan dijual antara Rp 160-170 ribu per karung," singkatnya. (awk)


Wilayah edar terigu palsu
- Subang
- Purwakarta
- Cianjur
- Garut
- Cimahi
- Bandung
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Kalau cuma untung sekian rupiah apakah yakin mereka ini pelaku nyaa?? Jangan2 ada oknum lain yg mengendarai

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template