Anggota DPR RI Ingatkan Siswa Bahaya Laten PKI - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anggota DPR RI Ingatkan Siswa Bahaya Laten PKI

Anggota DPR RI Ingatkan Siswa Bahaya Laten PKI

Written By Mang Raka on Senin, 30 Mei 2016 | 16.30.00

TELAGASARI, RAKA - Disela-sela sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di SMPN 1 Telagasari, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dadang S Muchtar dibuat kikuk atas pertanyaan yang dilayangkan sejumlah siswa. Bahkan, mantan Bupati Karawang itu, menilai apa yang ditanyakan anak-anak SMP Telagasari sangat bermutu dan membuatnya bingung.
"Pak, mengapa sila ke 4 itu lambangnya Banteng merah?" tanya seorang siswa SMPN 1 Telagasari.
Menanggapi hal itu, Dasim mengaku kesulitan untuk menjawab. Hanya saja ia berpandangan pribadi bahwa sila ke 4 dilambangkan banteng karena sesepuh dahulu banyak diantaranya berjuang yang menganut faham marhaenisme. Simbol kerakyatan adat Jawa kala itu dimana mayoritas penduduknya menjadi peternak dan menggembala sapi atau banteng.
Sehingga, mungkin saja, pola-pola ini dijadikan simbol para pendiri negara membuat banteng sebagai lambang sila ke 4. "Wah, ini pertanyaan luar biasa, saya juga sampai kebingungan nih," jawab Dasim.
Tidak cukup sampai disitu, seorang siswi lainnya Dika Pratiwi juga menanyakan hal yang membuat Dadang Hotmix itu salut. Menurut siswi ini, mengapa persoalan PKI tidak pernah ada habisnya, bahkan di salah satu buku yang pernah dibacanya juga, Soeharto terlibat dalam percampuran keji dengan PKI. "Apa tanggapan bapak soal PKI yang masih subur saat ini? Konon juga pak Harto terlibat, betul atau tidak?" ucap dia.
Spontan saja, Dasim langsung menjawab pertanyaan para siswa tersebut, menurutnya, anggapan bahwa pemberontakan PKI melibatkan Soeharto adalah tidak benar. Ia mengakui banyak yang memanipulatif buku-buku sejarah. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Semuanya sudah tahu, pendiri Golkar di Indonesia itu adalah presiden ke 2 Republik Indonesia yang jelas diakui sangat berjasa bagi masyarakat. Dasim menduga, mungkin saja PKI masih ada. Bahkan tak menutup kemungkinan ada diantara siswa ini adalah anak-anak dan cucu-cucu dari PKI. Mereka bisa duduk di kursi-kursi pemerintahan dengan menganuts sistem pancasilais. Bukan lagi komunisme. Toh jika pun ada potensi kebangkitan, ia yakin PKI bahkan DII pun bisa diantisipasi pemerintah dengan baik.
Bahkan, terus Dasim, selain PKI bahaya laten PKI, yang perlu mendapatkan perhatian ialah perkembangan Iptek dan Globalisasi. Sebab jika digunakan dengan negatif, bisa lebih berbahaya dan merusak moral anak bangsa. "Yang lebih bahaya lagi dari PKI itu adalah bahaya laten iptek dan globalisasi," ungkap dia.
Kepala SMPN 1 Telagasari, Jamal Yusuf S.pd mengatakan, sehari sebelumnya ia menerima laporan bahwa DPR RI mau sosialisasi di sekolahnya. Meskipun mensyaratkan agar menghadirkan para siswa 2-3 kelas saja, tapi sekelas Dadang S Muchtar yang mensosialisasikan 4 Pilar ini, tidak elok rasanya hanya menghadirkan siswa dari SMP nya saja. Maka dari itu, dalam waktu sehari, ia mengundang semua perwakilan guru dan siswa se Komisariat Telagasari. wal hasil sampai pelaksanaan bisa berjalan lancar. "Ya kita persiapannya lancar walau sehari, alhamdulillah siswa bisa sedikit faham dari pemaparan 4 pilar itu dengan mantan Bupati Karawang ini," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template