4 Hari Jelang Panen Padi di Tempuran Malah Rebah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 4 Hari Jelang Panen Padi di Tempuran Malah Rebah

4 Hari Jelang Panen Padi di Tempuran Malah Rebah

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Mei 2016 | 12.30.00

TEMPURAN, RAKA - Diterpa angin dan hujan 2 hari terakhir, ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Tempuran, Lemahabang dan Telagasari justru rebah. Meskipun sebagiannya hendak memasuki masa panen, namun sebagian lainnya masih nampak hijau. Kondisi ini dikhawatirkan menurunkan harga gabah dan terancam gagal panen karena batang padi patah.
Petani asal Pulogebang, Casmita mengatakan padinya akan dipanen kurang dari 4 hari lagi, namun kondisinya menjadi rebah akibat diterpa angin dan hujan 2 hari terakhir.
Mungkin, tambah Casmita, baginya tidak akan terlalu merugi, karena bulir padi sudah matang dan menguning, meskipun batang tanaman ada yang patah sekalipun. Tetapi, ada juga yang usia tanam sekitar 70 harian sudah rebah dan patah, sehingga yang bisa dilakukan adalah menegakan batang-batang padi agar tidak patah. Soalnya bulir padi masih matang susu dan belum menguning benar. Jika tidak demikian terusnya, petani bisa rugi karena bulir padi menjadi hampa. "Di Pulogebang sendiri banyak, ada sekitar 30 hektaran mah kena rebah, ada yang siap panen, ada pula yang baru matang susu," kata dia.
Sementara itu Kepala BP3K Kecamatan Tempuran H Maman menyebutkan jika dihitung-hitung luas se kecamatan, ia perkirakan hanya ada sekitar 20 hektaran yang mengalami kejadian serupa.
Itupun yang sudah dicek di wilayah Desa Lemahsubur dan Dayeuhluhur. Sementara di Pulogebang Desa Jayanegara diakuinya belum ditengok lagi. Tapi tambahnya, kebanyakan tanaman padi yang rebah, kondisinya sudah mau dipanen. Artinya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap produksi dan ancaman gagal panen. Rata-rata yang rebah tersebut, sebut Maman, adalah varietas Ciherang. "Di Dayeuhluhur dan Lemahsubur padinya sudah menguning, rebah pun gak bakal pengaruhi produksi, tapi yang di Pulowideng saya belum lihat pak," ujar dia.
Senada dikatakan Kepala BP3K Kecamatan Telagasari, H Zenal Syarif, pihaknya mengaku belum mendata jumlah luas tanaman padi yang mengalami rebah di Telagasari karena belum menerima laporan. Namun yang pasti rebahan terjadi di Desa Pulosari dan Ciwulan. Akan tetapi kondisi bulir padi di wilayah ini sudah aman dan berisi jelang panen. "Padinya sudah aman. Cuma kita belum menerima laporan, khususnya di Desa Ciwulan dan Telagasari," ungkap dia. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template