Yuk, Check In di Rusunawa Adiarsa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Yuk, Check In di Rusunawa Adiarsa

Yuk, Check In di Rusunawa Adiarsa

Written By Mang Raka on Kamis, 14 April 2016 | 17.01.00

-Tempat Mesum Gratis Pasangan Gatal

KARAWANG, RAKA - Alang-alang liar dan kumpulan ternak kambing menjadi pemandangan sehari-hari, yang bisa terlihat pada bangunan berwarna hijau yang berdiri kokoh dan tampak tidak bertuan ini.
Rangka atap tanpa genting,  mecirikan rumah susun sewa (rusunawa) Adiarsa Barat sudah puluhan tahun tak berpenghuni. Radar Karawang sempat menelusuri seputaran gedung yang dibangun tahun 2004, Selasa (12/4) siang. Selain terlihat kumuh, kotor, dan bau, konon gedung yang dibangun oleh pemerintah pusat ini sering dijadikan lokasi mesum para kawula muda ketika siang hari. Bahkan konon kabarnya, lokasi gedung ini terlihat angker ketika malam hari tiba.
"Sudah bosen saya, tiap hari saya ngusir orang pacaran. Bahkan suatu hari saya pernah masuk terdengar ada yang lagi ngobrol di dalam salah satu kamar, eh taunya pas diintip lagi begituan (hubungan badan)," ujar seorang pegawai Kantor UPTD Pengelolaan Pemeliharaan Bangunan Gedung dan Rusunawa Dinas Ciptakarya kepada Radar Karawang kemarin.
Sumber ini mengatakan, bangunan rusunawa ini bukan hanya sering dijadikan tempat mesum oleh anak-anak muda, namun juga terkenal angker karena dihuni banyak hantu. Dia sendiri mengaku sempat melihat bayangan hitam tinggi besar sering keluar masuk gedung tersebut. Saat melihat sosok bayangan hitam itu, hingga kini ia tak pernah berani masuk ke gedung rusunawa apalagi malam hari. "Waktu itu saya mau kencing, pas nengok ternyata ada bayangan hitam terbang, saya lari aja," ungkapnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, rusunawa Adiarsa Barat yang berlokasi di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, selesai dibangun pada tahun 2004 melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang saat ini menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen Pu Pera). Gedung 80 kamar ini awalnya akan digunakan untuk menampung tempat huni karyawan yang tidak mampu memiliki membeli rumah atau pun tanah. Sejak pertama pembangunan tahun 2004, rusunawa tidak pernah menghasilkan PAD untuk Pemerintah Kabupaten Karawang.
Menurut Kepala UPTD Pengelolaan Pemeliharaan Bangunan Gedung dan Rusunawa Dinas Ciptakarya, Irwan Ahmad ST mengatakan, pembangunan rusunawa tahun 2004 dilakukan oleh pemerintah pusat, dimana pemkab hanya menyediakan sebidang lahan. "Kurang begitu hapal, kemungkinan tahun 2004 yang bangun pusat," ujar Irwan kepada Radar Karawang di ruang kerjanya.
Irwan mengatakan, selama rusunawa dibangun telah digunakan dua kali, pertama untuk kantor sementara Dinas Ciptakarya dan juga yayasan yatim piatu. Selang dua tahun didirikan, aset-aset pendukung penting bangunan telah hilang dijarah oleh para pencuri. "Instalasi listrik di 80 kamar hilang, instalasi air, wc, pintu dan jendela habis oleh pencuri. Katanya sih pencuri dulu juga sudah tertangkap oleh pihak kepolisian," ungkapnya.
Irwan menduga tidak terawatnya rusunawa akibat terlambatnya penyerahan aset dari pusat ke daerah. Namun begitu, dia mengaku tidak mengetahui anggaran pasti pembangunan dan luas lahan rusunawa tersebut. "Saya kurang tahu, itu sangat lama. Luasnya gak tahu, penyerahan ke daerahnya juga gak tahu," tuturnya.
Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Teddy Ruspendi mengaku penyerahan aset rusunawa Adiarsa Barat ini baru dilakukan dua tahun lalu oleh kementerian terkait, dimana kondisinya telah rusak parah. "Pembangunannya kapannya terus anggaran dibangunnya berapa, saya kurang tahu juga, tetapi baru diserahkan di dua tahun kebelakang," ujar Teddy.
Ketua Komisi C DPRD Karawang Elievia Krissiana juga sangat menyayangkan tidak termanfaatkannya aset pemerintah, yang diduga dibangun dengan anggaran puluhan miliar tersebut. "Ini sangat sayang sekali, kondisi yang seharusnya mampu membantu masyarakat tidak mampu memiliki tempat tinggal tidak terkelola," katanya.
Dalam waktu dekat, dia akan mengundang dinas terkait yang mengelola rusunawa untuk mengkonsep renovasi rusunawa, dan strategi pembangunan berkelanjutan gedung tersebut. "Kita akan tanyakan strategi dan renovasi secara berlanjutnya seperti apa. Dinas mesti mengkonsep untuk pembangunan 10 bahkan 50 tahun ke depan," kata dia.
Elievia mengaku akan mendorong perbaikan rusunawa sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik. "Namun kita akan tanyakan dahuu seperti apa DED-nya, jangan sampai dibangun terus terbengkalai kembali," pungkasnya.(ega)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Pemkab Karawang sibuk mewujudkan pembangunan yg blm terwujud,eh rusunawa yg dah terwujud dibiarkan mubazir,hati2ah ada ancamannya loh dalam alqur'an...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template