Warga Kurang Mampu Dilatih Sevis Handphone dan Menjahit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kurang Mampu Dilatih Sevis Handphone dan Menjahit

Warga Kurang Mampu Dilatih Sevis Handphone dan Menjahit

Written By Mang Raka on Selasa, 19 April 2016 | 15.30.00

CIKAMPEK, RAKA- Baitul Mal Pupuk Kujang Cikampek (PKC) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa membuka Satelit Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Program tersebut bertujuan untuk membantu menuntaskan angka kemiskinan di Karawang, khususnya di Cikampek dan sekitarnya.
"Hari Sabtu kemarin kami baru launching Satelit Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Kami harap bisa menekan angka kemiskinan di Cikampek dan sekitarnya," ujar Bhakti Aditya, Kepala Divisi Pemberdayaan Umat Baitul Mal PKC, kepada Radar Karawang, Senin (18/4).
Dia menyampaikan, untuk tempatnya di Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek. Adapun yang mengikuti program tersebut adalah mereka warga yang kurang mampu dan belum atau tidak bekerja. Karena tujuan dari dibukanya program tersebut adalah untuk meningkatkan keahlian warga kurang mampu, sehingga memiliki keterampilan diberbagai bidang dan bisa bekerja diperusahaan atau berwirausaha). "Bentuk programnya adalah pelatihan. Yang kami buka baru dua jurusan, teknisi handphone dan menjahit. Nanti akan terus ditambah jenis keterampilannya," jelasnya.
Karena, tambah Bhakti, untuk dipusat sendiri lebih dari dua jurusan, ada sekitar 7 jurusan, diantaranya IT, otomotif, tata boga dan lain sebagainya. Bahkan untuk di kampus pusat yang beralamat di Tangerang, bagi mereka yang mengikuti program tersebut disediakan tempat menginap dan diberi makan. "Kalau disini, karena yang jadi pesertanya juga warga Cikampek dan sekitarnya. Maka mereka pulang," ujarnya.
Untuk jadwalnya sendiri, mulai dari hari Senin sampai Jumat, dengan jam belajar mulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Dalam satu tahun terdapat 3 angkatan yang siap untuk meningkatkan taraf hidup dirinya dan keluarganya dari segi ekonomi dan akhlak. "Kami tentu memiliki nilai plus. Jika dibandingkan dengan balai latihan kerja lain. Karena selain keterampilan, dilatih juga etika dan akhlak," ujarnya.
Untuk angkatan pertama sendiri, ada sekitar 40 orang, dengan rincian 15 orang mengambil jurusan menjahit dan 20 jurusan teknisi menjahit. Sedangkan 5 orang lainnya karena memiliki minat yang lain maka dikirim ke Jakarta. "Nanti mereka ada magang. Dengan demikian mereka akan memiliki skil yang siap pakai. Dan siap bersaing," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template