Warga Karangligar Tuntut Dibuatkan Danau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Karangligar Tuntut Dibuatkan Danau

Warga Karangligar Tuntut Dibuatkan Danau

Written By Mang Raka on Kamis, 28 April 2016 | 11.30.00

KARAWANG, RAKA - Keinginan warga Karang Ligar untuk terbebas dari banjir digulirkan lagi. Setelah janji Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang akan membuat danau buatan untuk menampung limpasan air Sungai Citarum dan Cibeet kembali diingatkan. Korban banjir di daerah itu, Rabu (27/4) mendesak supaya janji gubernur direalisasikan sehingga ddapat meminimalisir banjir disana.

"Gubernur Aher (Ahmad Heryawan) pernah menjanjikan akan membuatkan danau buatan di hadapan warga Karangligar ketika mengunjungi korban banjir disini pada 15 Januari 2014 lalu. Tetapi sampai sekarang janji gubernur belum terealisasikan," ujar perwakilan warga korban banjir, Asep Saepulloh.
Warga sekarang ini, lanjut Asep butuh solusi agar banjir rutin itu bisa diatasi, minimal diminimalisir. Kalau tidak ada langkah kongkret dari pemerintah untuk mengatasinya, maka  banjir akan selalu datang setiap tahun. "Kami mewakili warga korban banjir mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut bersimpati dalam membantu korban banjir. Tapi, kami juga membutuhkan solusi yang kongkret agar banjir tidak lagi mengganggu warga Desa Karangligar dan  sekitarnya," katanya.
Pada Selasa malam (26/4), terang Asep, warga yang berasal dari Karangligar, Mekarsari dan Karangmulya, Kecamatan Telukjambe Barat berkumpul dalam acara 'Karangligar Berdakwah'. Kegiatan itu juga membahas terkait bencana banjir yang rutin dialami setiap tahun. Acara tersebut sebetulnya sudah mengundang Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari agar pimpinan Karawang itu bisa mendengar secara langsung curahan hati warga korban banjir. Namun, menjelang pelaksanaan acara, bupati dan wakil bupati memberikan konfirmasi membatalkan kehadirannya dengan alasan ada rapat dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah ditelusuri, lanjut Asep, bupati dan wakil bupati ada di acara lepas sambut ketua pengadilan agama di Aula Husni Hamid. "Warga sangat kecewa, karena bupati dan wakil bupati lebih memilih untuk hadir di acara lepas sambut ketimbang mendengar  keluh kesah warga korban banjir Karangligar dan sekitarnya," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, jelas Asep, ada beberapa ajuan warga korban banjir selain dari menagih janji Gubernur Jawa  Barat, Ahmad Heryawan. Diantaranya minta Pemkab Karawang agar serius menanganai banjir di Karangligar dan  sekitarnya. Karena, penyebab dan sumber masalah banjir di lokasi tersebut sudah jelas yakni luapan Sungai Cibeet yang sama sekali belum dinormalisasi. Pemkab diminta untuk menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum agar dilakukan perbaikan saluran.
"Sepengetahuan warga, Cibeet belum pernah dilakukan perbaikan. Padahal, luapan sungai itu yang menjadi sumber banjir," tukasnya.
Pemkab Karawang sendiri harus segera melakukan penelitian terhadap permukaan tanah di Desa Karangligar. Karena,  sebelum tahun 2007, Desa Karangligar tidak terkena banjir, malah menjadi tujuan para pengungsi banjir di sekitarnya.  Tapi, kini Karangligar malah menjadi daerah banjir terparah, jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya yang ada di sekitar bantaran sungai. "Warga menuntut adanya data otentik penyebab Karangligar menjadi daerah terparah banjir. Karena ada dugaan permukaan tanah di Karangligar setiap tahunnya mengalami penurunan. Indikasi tersebut memang rasional, karena sifat alami air itu pasti menuju daerah terendah," kata Asep.
Masih dikatakan dia, Dinas Sosial dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang yang kini ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebelumnya sudah menjanjikan akan melakukan penelitian terhadap permukaan tanah di Desa  Karangligar. Namun sampai sekarang pun belum ada hasil dan data yang valid mengenai penyebab dan kepastian dugaan penurunan permukaan tanah. "Kami menginginkan solusi untuk menyudahi banjir rutin ini karena dari semua janji-janji Pemkab Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum ada satu pun yang terealisasi," tukasnya.
Terakhir, banjir di wilayah tersebut juga merendam ratusan hektare sawah yang secara adminitrasi masuk ke Desa Karangligar dan Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Wadas dan Sukamakmur Kecamatan Telukjambe Timur. Parahnya, genangan di areal persawahan tersebut susah surut dikarenakan saluran pembuangannya banyak terjadi penyempitan  bahkan sudah hilang. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template