Warga Dengklok Butuh Jembatan ke Pebayuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Dengklok Butuh Jembatan ke Pebayuran

Warga Dengklok Butuh Jembatan ke Pebayuran

Written By Mang Raka on Senin, 25 April 2016 | 16.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Sejumlah warga di Dusun Bojong Tugu Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok menagih janji pemerintah yang berencana akan membangunan jembatan penghubung Dengklok dan Bekasi. Pasalnya pembangunan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk penyeberangan.
Seperti yang disampaikan Jaenudin (35) salah satu warga setempat yang mengatakan, jika pembangunan jembatan tersebut tidak segera direalisasikan, maka segala ancaman bahaya terhadap para penumpang bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, ia bersama warga lainnya meminta agar pemerintah bisa segera melakukan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten itu. "Iya sih rencananya pemerintah mau melakukan pembangunan jembatan disini, jika memang benar jangan nunggu lama apalagi kondisinya seperti ini," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Nuraeni (38) salah satu warga Bekasi mengaku bahwa dirinya hampir setiap hari melintasi perahu penyeberangan yang melintasi Sungai Citarum. Menurut dia dengan kondisi arus deras dan luapan yang tinggi tidak memungkinkan untuk tetap bisa menggunakan jasa perahu. Namun meski harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberang, perempuan yang bekerja sebagai pengantar barang pakaian ini tetap tidak mempunyai pilihan lain. "Gimana lagi ya kemarin aja sudah dua hari tidak kerja, gara-gara perahunya tidak beroperasi," ungkapnya.
Sementara salah satu pelaku usaha penyeberangan Ade menyampaikan bahwa melihat debet air yang sudah surut membuat ia bersama teman sepekerjaannya kembali bekerja sebagai penarik perahu jasa penyeberangan. "Kemarin mah gak bisa narik airnya terlalu tinggi belum lagi arusnya, kalau sekarang mah alhamdulilah sudah menyusut," akunya.
Sebelumnya bahwa peringatan untuk tidak melakukan penyeberangan menggunakan perahu sudah dilakukan oleh kepolisian Rengasdengklok dengan melihat kondisi debet arus air yang tinggi tersebut, seharusnya mereka tidak beroperasi. "Saya sudah larang agar mereka jangan dulu beroperasi karena bahaya," ucap Aiptu Santo.
Sedangkan menurut keterangan Camat Rengasdengklok, Asep Wahyu Suherman mengaku bahwa rencana pemerintah akan mendirikan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kota tersebut memang sudah dalam penrencanaan. Namun ia belum memastikan bahwa jembatan tersebut bisa segera direalisasikan. "Yang jelas tahun 2016 pemerintah sudah merencanakannya untuk pembangunan jembatan, bersamaan dengan pembangunan pasar baru," jelasnya. (rud)  

 
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Kalo tahun ini tidak ada pembangunan di Rengasdengklok, sudah dip[astikan Rengasdengklok hanya jadi sebuah Kecamatan Pelengkap semata Kabupaten Karawang, ketimpangan pembangunan sudah terlalu jauh, karawang hanya menata kota , kota dan kota,
    tidak adil rasanya Rengasdengklok kota yang menyimpan sejarah dan memiliki peran penting atas berdirinya bangsa Indonesia dibiarkan Kumuh dan tidak tertata.. mangga baca penguasa dan yang berkuasa di Kab Karawang.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template