Tiru Semangat Karsim Pengepul Daun Jati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiru Semangat Karsim Pengepul Daun Jati

Tiru Semangat Karsim Pengepul Daun Jati

Written By Mang Raka on Rabu, 20 April 2016 | 13.00.00

PANGKALAN, RAKA - Selagi sehat cari rezeki sampai ke liang lahat. Itu prinsip hidup Karsim (70), pencari daun asal Kampung Citalaga, Desa Tamanmekar. Meski usianya sudah senja dia tetap semangat mengais rezeki sebagai pengepul daun pisang dan daun jati.

Hebatnya lagi, ternyata pekerjaan itu sudah dilakukan selama 30 tahun. Walaupun sudah tua renta dan kakipu melangkah terseok-seok, akan tetapi semangatnya mencari rejeki masih tinggi. Kakek tua dengan satu istri dan 12 cucu itu terlihat masih tetap berjuang mencari daun-daun segar daun jati dan pisang untuk dijual. Penghasilannya pun cukup lumayan karena satu tali daun pisang dihargai hingga Rp 10.000 per tali dengan berat 2 Kilo gram (Kg), dan untuk daun jati dalam satu ikatnya bahkan bisa di hargai hingga Rp 20.000 per talinya dengan berat hanya setengah kilogram. Dari penghasilannya itu dirinya bisa menghidupi istri dan ke tiga anaknya bahkan sampai sekarang. "Sekarang sudah tidak seperti dulu lagi karena daun yang saya cari dikalahkan oleh pembungkus-pembungkus modern terbuat dari plastik dan kertas. Tapi alhamdulilah masih ada saja yang membutuhkan daun pisang atau daun jati sebagai pembungkus hinggga sekarang," ujarnya.
Ditambahkan, Rodiah (40) pemilik warung penganan disana, dirinya selain iba juga salut kepada kegigihan Karsim yang masih terus berjuang mencari nafkah dari pagi hingga sore hari sebagai pengepul daun pisang. "Untuk cari sendiri waktu saya sempit belum mempersiapkan penganan yang akan saya buat. Untungnya Karsim bisa membantu saya menyediakan pembungkus dari daun pisang. Jujur saja kalau tidak ada daun pisang repot kalau pakai pembungkus lain. Saya salut saja akan kegigihannya dalam mencari daun pisang hingga ke hutan-hutan, dan banyak warga juga yang membutunnya," imbuhnya.
Demikian Dadi (36), warga setempat, dirinya mengapresiasi keulatan, kesabaran dan terus berjuang mencari rezeki hingga tua renta. Hal itu merupakan contoh bagi para kawula muda. "Ini contoh bahwa beliau itu konsisten dari zaman perang hingga sekarang masih tetap berusaha mencari rezeki, dan tidak tampak dari wajahnya lelah dan mengeluh. Seharusnya bisa dijadikan contoh jelas dan ada. Jujur beliau itu tidak mau dikasihani dan saya salut dengan konsistensinya itu," pungkas Dadi. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template