Tindak Pelaku Alih Fungsi Lahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tindak Pelaku Alih Fungsi Lahan

Tindak Pelaku Alih Fungsi Lahan

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 April 2016 | 15.30.00

- KTNA Desak Pemda Turun Tangan

JATISARI, RAKA- Camat Jatisari, Yusi Rusliani, berjanji akan memanggil orang yang melakukan alih fungsi lahan di Kecamatan Jatisari. Pasalnya, jika dibiarkan diKhawatirkan diikuti oleh orang lain yang juga mencoba melakukan alih fungsi lahan teknis.
"Saya akan panggil orangnya. Hari ini juga sudah melayangkan surat ke pemda. Agar pemda juga segera menindaklanjuti," tegas Yusi, kepada Radar Karawang, di ruang kerjanya, Jumat (15/4).
Dia menyampaikan, hasil komunikasi dengan pihak Pol PP Karawang, sebenarnya Pol PP memiliki kewenangan untuk menyegel tempat tersebut dengan memasang garis line Pol PP. Meski demikian dia juga masih menunggu instruksi dari Pemda Karawang, pasalnya itu jelas-jelas pelanggaran. "Mungkin nanti dipasang garis Pol PP. Harus dibereskan. Kami tidak mau ada lahan sawah teknis yang dialih fungsikan. Karena akan mengurangi produksi padi di Jatisari," jelasnya.
Diteruskannya, alih fungsi lahan itu sebenarnya sudah dilakukan cukup lama. Bahkan saat dia belum menjabat sebagai camat di Jatisari. Karenanya saat ramai diperbincangan dan diberitakan di media massa, sebenanrya itu juga sudah dilakukan penyelesaian oleh pihak kecamatan. "Kalau di depannyakan memang tanah darat yah. Alih fungsi itu sudah lama. Waktu saya belum (tugas) disini. Pasti kami akan tindaklanjuti," ucapnya.
Ketua KTNA Kabupaten Karawang, Endjam Djamsir, juga mengaku mendukung dengan langkah yang dilakukan oleh Muspika Jatisari, terutama Kepala UPTD Pertanian Jatisari dan Pol PP yang sudah melakukan pengecekan ke lokasi. "Kami sangat mendukung. Tidak boleh ada alih fungsi lahan sawah. Itu melanggar undang-undang No 41 tahun 2009 lahan tanaman pangan berkelanjutan dan Perda LP2B," tegas Endjam.
Dia juga meminta ketegasan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Karawang, atas adanya alih fungsi lahan sawah seluas 1,5 hektare. Di Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari. Harus adanya penghentian dan melarang pelaku, karena itu merupakan ancaman bagi Karawang, khsusnya Jatisari terkait ketahanan pangan. Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan upaya untuk swasembada pangan, tapi kenyataan di lapangan ada alih fungsi lahan. "Pemda harus tegas. Tidak ada kompromi bagi pelaku alih fungsi lahan," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template