Tahap Revitalisasi Pasar Cilamaya Mulai Berjalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tahap Revitalisasi Pasar Cilamaya Mulai Berjalan

Tahap Revitalisasi Pasar Cilamaya Mulai Berjalan

Written By ayah satria on Kamis, 21 April 2016 | 16.52.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Rencana revitalisasi Pasar Cilamaya sudah mulai dilaksanakan. Meskipun bakal menelan waktu bertahun-tahun, DPPKAD mulai melayangkan surat penyesuaian data kaitan luas pasar dan tahun berdiri ke pemerintah desanya. Meskipun belum prioritas, agenda rangkaian sertifikasi status lahan pasar mulai terasa.
Diakui Kades Cilamaya Kuswedi 2 minggu terakhir pihaknya menerima surat dari DPPKAD. Dalam surat tersebut seperti memberikan kuisioner kepada pemerintah desa, karena instansi itu meminta data berapa luas lahan Pasar Cilamaya dan tahun didirikan. Wal hasil, pihaknya kembali melayangkan jawaban tertulis kepada DPPKAD, bahwa pasar yang berdiri tahun 1926 itu memiliki luas kurang dari 1 hektar. Entah alasan mencocokan dengan data aset yang dimiliki Pemkab atau memang Pemkab belum tahu, sampai harus mempertanyakan kaitan luas itu. "Pemkab melalui surat DPPKAD hanya meminta kaitan luas pasar dan tahun berdiri saja, ya saya jawab lagi tertulis," tandas dia.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Karno mengatakan pihaknya juga menerima infomasi bahwa pemkab mengirim surat terkait luas lahan dan tahun pendirian pasar Cilamaya. Mungkin saja terkanya, saat ini sudah mulai tahapan sertifikasi lahan. Kemungkinan data itu harusnya lebih detail diketahui dari UPTD Pasar Cilamaya. Permintaan data ini, sebut dia, memungkinkan dilakukan bila luas lahan Pasar Cilamaya sekitar 2 hektar lebih. Sedangkan bangunan pasar dan kios hanya berdiri di lahan kurang dari 1 hektare.
Jika demikian, IPPC hanya berharap, Pemkab bisa membereskan status tanah yang sebenarnya berapa? Karena, agenda sertifikasi ini adalah tahapan pertama sebelum benar-benar revitalisasi itu yterwujud. "Saya kira ini sudah mau masuk sertifikasi lahan pasar, baru setelahnya itu masuk sosialisasi pedagang sebelum revitalisasi terwujud," kata dia.
Karno melanjutkan, sejauh ini ia pemkab sudah menjalin komunikasi dengan pengembang atau pihak ke 3. Tetapi, ia pesimis revitalisasi bakalan terwujud tahun ini. Selain bukan agenda prioritas ketimbang Pasar Dengklok, Cikampek dan Johar, proses perencanaaan semisal sertifikasi ini juga akan banyak menelan waktu.
Sehingga sekurang-kurangnya, revitalisasi pasar Cilamaya yang terakhir kali diremajakan tahun 1980 ini, akan diremajakan tahun 2017 mendatang. Karena, sertifikasi tanahnya juga harus jelas dan butuh perencanaan matang.
Karno menyarankan agar Pemkab mengandalkan IPPC saja sebagai perwakilan, karena ini urusannya dengan semua pedagang dan pemangku kepentingan yang harus terlibat selama proses pembangunannya nanti. "Pedagang dalam setiap perencanaan pembangunan dan bentuknya harus selalu dilibatkan, karena kami tidak mau beli kucing dalam karung. Soalnya Pedagang 99 persennya pasti akan membeli kembali termasuk PKL juga ingin tempat yang layak nantinya," tandas dia.
Lebih jauh Karno menambahkan, di Pasar Cilamaya ada sekitar 280 kios , maka dari itu, baik proses sertifikasi, persetujuan hingga sosialisasi diharapkan jangan sampai ada perlawanan. Sebab intinya semua siap ikut kebijakan pemerintah.
Tetapi pedagang juga wajar meminta hak sebagai pedagang, seperti ikut mengawasi dalam proses pembangunan apalagi pemasarannya. Atas dasar semua itu tambah Karno, kapanpun digelindingkan wacana revitalisasi terhadap Pasar Cilamaya, yang paling penting bagi pedagang adalah perencanaannya yang matang. Jangan sampai keluh Karno, seperti yang terjadi banyak gejolak di Pasar Cikampek maupun lainnya. "Pedagang mah siap saja atas kebijakan Pemkab, selama hak-haknya juga bisa dipenuhi," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template