Sudah 3 Tahun BKPD Cilamaya Kekurangan Pengawas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sudah 3 Tahun BKPD Cilamaya Kekurangan Pengawas

Sudah 3 Tahun BKPD Cilamaya Kekurangan Pengawas

Written By Mang Raka on Kamis, 28 April 2016 | 13.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sejak 2013, PD BPR BKPD Cilamaya kekurangan 1 dewan pengawas. BUMD yang terdiri dari 2 orang direksi dan 12 karyawan ini kesulitan menjaring pengawas yang di-SK-kan langsung Bupati Karawang. Akibatnya, selama belum lengkapnya dewan pengawas  yang digaji 40 persen dari jumlah gaji Direktur Utama (Dirut) ini. BKPD yang berlokasi di Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan ini terancam belum bisa mewujudkan cabang di lokasi lainnya.
Dikatakan langsung Dirut PD BPR BKPD Cilamaya, Tansya Fadilla, dari sisi struktur organisasi masih jadi catatan dalam Rapat Utama Pemegang Saham (RUPS). Karena diakuinya, selama 3 tahun terakhir, hanya diawasi satu dewan pengawas. Padahal idealnya berjumlah dua orang. Sebenarnya terus Tansya, lowongan untuk pengawas dibuka untuk umum, bahkan tidak sedikit pelamarnya juga masuk mendaftar, baik yang berlatar belakang perbankan maupun lainnya.
Namun, seorang pelamar dewan pengawas BKPD itu harus mengantongi sertifikasi komisaris dari  Badan Sertifikasi Nasional (BSN) sementara sertifikasi yang sudah kadaluarsa harus kembali ikut palatihan.
Bukan itu saja terus Tansya, jika sudah bersertifikat, maka pihaknya ajukan fit and profertest diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika lolos terusnya, maka RUPS menentukan hasil rekomendasi OJK atas calon pengawas itu ke bupati untuk dikeluarkan SK. "Masih kurang 1 pengawas, harusnya 2 dewan pengawas. Rata-rata mundur di sertifikasi BSN dan OJK, yang melamar sih ada saja," jelas dia.
Tansya menambahkan, atas kesulitan itu, pihaknya membentuk opsi dari pengawas internal atau opsi kedua yaitu mencari langsung keluar agar terpenuhi.
Disinggung beban kerja pengawas sehingga mematok persyaratan yang ketat, Tansya menyebut bahwa pengawas hanya mengawasi kinerja direksi. Maka dari itu, harus lebih pandai dari direksi, karena Dewan pengawas ini mesti lebih detail menyelami peran dan fungsinya sebagai pengawas. "Kita juga cari keluar dan internal, tapi figur calon pengawas ini memang harus lebih pandai dari direksi dalam menjalankan peran dan fungsinya di pengawasan," kata dia lagi.
Lebih jauh Tansya menambahkan, BKPD memiliki aset meningkat hingga mencapai Rp 10,77 miliar tahun 2015 ini. Tetapi belum bisa mewacanakan pengembangan cabang di luar Kecamatan seperti rencana sebelumnya di Telagasari dan Klari. Karena selama belum ada pengawas yang utuh target tersebut masih sebatas wacana saja. Sebab sangat tidak elok, jika BKPD membuka cabang di daerah-daerah lainnya, sementara pengawasnya masih dikendalikan satu atau dua orang saja. "Selama kelengkapan dewan pengawas direksi ini kurang, wacana membuka cabang lainnya masih sulit terwujud," tukas Tansya.
Ia berharap, pelamar dewan pengawas asal Karawang bisa segera mendaftar untuk bergabung dan memenuhi struktur organisasi BUMD yang memiliki realisasi pendapatan Rp 2,174 Miliar di tahun 2015 kemarin ini. "Semoga saja ada putra-putra daerah yang kami prioritaskan mengisi sebagai dewan pengawas BKPD Cilamaya ini," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template