Suami Kades Ciwaringin Hardik Keluarga Miskin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Suami Kades Ciwaringin Hardik Keluarga Miskin

Suami Kades Ciwaringin Hardik Keluarga Miskin

Written By Mang Raka on Senin, 25 April 2016 | 16.00.00

-Gara-gara tak Pilih Kades, Disuruh Ambil Raskin di Lawan Politik

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pembagian Beras Miskin (Raskin) Sabtu (23/4) kemarin di Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang, diwarnai insiden terhadap warga miskin. Dedeh, Warga Dusun Selang II RT 15/04, dikabarkan dicaci maki keluarga kepala desa (Kades) setempat sesaat jelang raskin diambil. Bahkan, entah candaan atau kebencian, keluarga Kades Ciwaringin itu melontarkan pernyataan yang mengungkit soal pilihan saat Pilkades setahun lalu.
Ditemui di rumahnya, Dedeh mengaku, dirinya baru saja pulang mengantar anak dari sekolah, ia lalu dititipi pesan untuk mengambil raskin milik bibinya di rumah Kades Ocih. Namun, sebelum beras 4 liter itu diambilnya, suami kades Ocih yang juga mantan Kades Ciwaringin langsung berdiri dan memaki-makinya dengan nada tinggi. Yang diungkapkannya pun beragam, dari bahasan kekesalan hingga mengungkit soal pilihan Pilkades.
Disana terus Dedeh, hanya dirinya perempuan, karena yang berada di rumah Kades itu rata-rata para pegawai desanya yang tertunduk diam saat dirinya dimaki-maki. Rasa malu, bingung dan shock ketika dihardik suami kades tidak dibalasnya dengan omongan kembali, karena dirinya yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam.
Karena, sebagai masyarakat penerima manfaat raskin bertahun-tahun, belum pernah dapati hardikan semacam ini sampai hati mengungkit urusan pilihan Pilkades. "Sia ari nebus raskin mah ka aing, ari milih kades ngaler, sok weh cokot ka kaler," ucap Dedeh menirukan gaya suami Kades Ocih, Sudomo.
Saat dihardik tambahnya, kades Ocih memang tidak berada ditempat, bahkan dirinya yang terbiasa menerima raskin sering bertegur sapa dengan Kades. Anehnya, ketika dengan suami Kades ini ia tidak habis pikir harus dimaki dihadapan umum. "Gak mungkin bercanda, orang perempuannya saya doang disana, saya kan gak tahu apa-apa," tandas dia.
Paman Dedeh, Asan mengungkapkan, keponakannya itu hendak mengambil jatah raskin yang biasa dibagikan di rumah Kades Hj Ocih. Itupun mengambil dari titipan bibinya, Dedeh terus Asan, datang sekitar pukul 3 sore.  Saat mau ambil jatahnya, dimuka umum Dedeh mendadak dihardik suami dari Kades Ocih, H Sudomo. Mantan Kades Ciwaringin ini melontarkan kata-kata yang tidak elok diungkapkannya lagi. karena selalu mengungkit soal pilihan Pilkades setahun lalu, terlepas candaan atau memang sengaja menghardik, yang jelas Dedeh merasa malu dihardik dihadapan umum. Meskipun raskinnya tetap bisa diambil, rasa tidak enak saat dihardik membuat Dedeh tersinggung dan memberitahukan keluarga dirumah bahwa suami Kades Ocih ngomel soal dirinya yang tidak memilih istrinya saat Pilkades setahun lalu. "Diomeli suami kades, pake dibilang 'nyokot beas weh hayang, ari milih kades ka batur," ungkap Asan menirukan perkataan Sudomo.
Tidak sepatutnya tambah Asan, suami kades mengungkit-ungkit lagi persoalan Pilkades atau beda pilihan di saat kemenangan sudah ditangannya. Ada baiknya fokus pada pelayanan masyarakat ketimbang menghardik keponakannya hingga menangis sampai rumah. Karena Dedeh sebut Asan, tidak tahu apa-apa. Keluarganya juga sudah menjadi penerima raskin sejak lama, tidak pantas sesalnya, urusan Pillkades dibawa-bawa. Apalagi menyuruh meminta raskin ke lawannya saat Pilkades. "Dedeh ini gak tahu apa-apa urusan politik, dia hanya mengambil titipan jatah raskin bibinya, dimaki kayak gitu kan gak enak," tandas dia.
Terpisah, Kades Ciwaringin Hj Ocih mengungkapkan, saat pembagian Raskin, dirinya tengah tidak berada ditempat. Memang, sempat ada lontaran ungkapan soal Pilkades dari suaminya kepada salah seorang penerima Raskin. Namun itu hanya sebatas candaan yang sebenarnya tidak mesti dibesar-besarkan, terlebih candaan itu bukan dialamatkan kepada Dedeh, tetapi orang lain atas nama Ami tetangganya. Tentu saja, saat dirinya menjabat kades, semua warga Ciwaringin berhak mendapatkan pelayanan dan manfaat yang sama tanpa membedakan pandangan politik.
Atas insiden ini, ia harapkan semua pihak tidak berspekulasi macam-macam, karena ia yakinkan tidak ada hardikan atau makian kepada siapapun saat distribusi Raskin dari suaminya. Juga tambah Ocih, tidak mungkin juga suaminya malah menyuruh menebus dan mengambil raskin ke lawan-lawan politik Pilkades. "Itu hanya candaan, bukan hal-hal serius, tidak ada tuh hardik menghardik, cuma ngomel ke orang-orang dekat saja, ya mungkin ada yang tersinggung juga disitu," ujarnya.
Lebih jauh Ocih menambahkan, atas insiden itu kemungkinan Dedeh tidak menerima dan merasa tersinggung. Karena saat kejadian, banyak saksi-saksi saat distribusi raskin tersebut. Anehnya, sampai ada lawan politiknya datang ke rumah mempertanyakan hal itu kepadanya dan suami. Tapi baginya, jika mau dimusyawarahkan dirinya terbuka hanya tidak harus juga dengan nada-nada tendensius, atau mungkin jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Karena pada dasarnya, suaminya yang notabene mantan kades sering bercanda. Apalagi dengan orang-orang dekatnya yang dulu menjabat upas, linmas dan istri-istrinya. Namun yang jelas terus Ocih, distribusi raskin tetap lancar dan tetap diberikan kepada yang berhak sesuai porsi yang rata. "Raskin mah ya normal saja dibagikan, Bu Dedeh juga ngambil normal saja," ungkap dia. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Yang lalu biarlah berlalu, mari bangun desa ciwaringin tercinta

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template