Sopir Angkot Menolak Turunkan Tarif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sopir Angkot Menolak Turunkan Tarif

Sopir Angkot Menolak Turunkan Tarif

Written By Mang Raka on Senin, 11 April 2016 | 14.00.00

*Dishubkominfo Diminta Melakukan Sidak

KARAWANG, RAKA - Peranan Organisasi Angkutan Darat (organda) dalam hal mensosialisasikan tarif angkutan terhadap pengusaha angkutan umum ternyata tumpul. Padahal sebelumnya organisasi ini meyakinkan tidak ada masalah untuk menyesuaikan tarif baru, menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Buktinya sampai sekarang sopir angkutan kota (angkot) masih enggan menurunkan tarif angkutan.

Seperti diinformasikan sebelumnya, baik organda maupun dinas perhubungan komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) sepakat penurunan tarif diberlakukan terhitung sejak 6 April lalu. Harga tarif baru sesuai edaran Dishubkominfo dan organda yang mensosialisasikannya dengan cara menempelnya di kaca mobil. Bahkan organda meyakinkan akan turun ke lapangan untuk mensosialisasikannya langsung ke para sopir.
"Harusnya sejak 6 April lalu kan angkutan umum di Karawang menurunkan tarif angkutannya. Namun kenyataan dilapangan, edaran yang diberikan Dishubkominfo tidak diindahkan sampai saat ini," tandas Unang (27) penumpang angkutan kota jurusan Tanjungpura - Tuparev, Minggu (10/4).
Menurut Unang, harusnya penumpang sudah merasakan penurunan tarif angkutan umum. Karena sesuai kebijakan pemerintah penurunan harga BBM secara otomatis akan diikuti penurunan tarif angkutan. "Sampai sekarang (kemarin, red) saya masih tetap bayar angkutan umum jurusan Tanjungpura-Tuparev masih Rp 4.000. Mesti kalau turun Rp 500 jadinya kan Rp 3.500 tarifnya," tegas Unang.
Hal sama juga diungkapkan Unang terhadap tarif angkot jurusan Tanjungpura - Rengasdengklok. Biasanya dia membayar ongkos Rp 7000 dan sampai kemarin juga masih tetap Rp 7000. Harusnya, sebut Unang tidak Rp 7000 tetapi Rp 6.500 setelah turun Rp 500, sesuai besaran turunnya harga premium. "Berapapun penurunannya, penumpang berhak menikmati," ucap Unang.
Mestinya keadaan-keadaan seperti ini sudah bisa diantisipasi, baik oleh organda maupun dishubkominfo. Bukankah peraturan itu harus ditegakkan. Lagi pula penurunan tarif angkutan umum itu pun merupakan instruksi langsung dari Presiden. Jadi, Dishubkominfo sebagai perpanjangan kebijakan Kementrian perhubungan (pusat) wajib mengimplementasikan istruksi tersebut. "Jangan pura-pura tidak tahu tarif turun, sementara kalau BBM naik, belum juga ada intruksi naik dari pemerintah, sopir angkutan umum berlomba-lomba cepet naikin tarif angkot," katanya.
Tidak sampai disitu, warga Rengasdengklok yang kerja di kota Karawang setiap hari menggunakan angkot pulang pergi, mendesak agar Dishubkominfo bukan saja memberikan edaran, tapi harus terjun langsung ke lapangan melakukan sidak dan menindak angkutan umum yang bandel dan tidak mau menurunkan tarifnya. "Harus ditindak tegas sopir angkutan umum, jika perlu seperti dikota lain angkutan umum yang bermasalah ditarik izin trayeknya. Karawang sudah saatnya berbedah Dishubkominfo tunjukan profesionalismenya," terang Unang.
Sementara Iwan (50), sopir angkot jurusan Tanjungpura - Tuparev mengatakan, penyesuaian tarif sudah dilakukan dirinya setelah adanya penurunan tarif BBM. "Sekarang untuk ongkos sendiri biasanya untuk pelajar tadinya Rp 4.000 jadi Rp 3.000, tetapi masih ada yang bayar seperti biasa," ujarnya.
Saat hendak dimintai keterangan Kadishubkominfo belum juga menanggapi. Saat dihubungi melalui pesan singkat juga tidak dibalas, dihubungi melalui telepon malah dimatikan. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template