Sektor Usaha Mikro Terancam Mati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sektor Usaha Mikro Terancam Mati

Sektor Usaha Mikro Terancam Mati

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 April 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Peran sektor usaha mikro saat ini di Karawang Selatan membutuhkan peran aktif pemerintah daerah agar tetap bertahan. Untuk itu perlu adanya perluasan pangsa pasar supaya sektor tersebut bukan hanya bisa bertahan tetapi juga berkembang.

"Sangat dibutuhkan peran serta masyarakat agar bisa menumbuhkan sektor usaha mikro yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Hal tersebut dianggap perlu karena pemerintah pun sangat menunggu apa yang bisa diregulasikan sebagai bentuk usaha mikro di wilayahnya masing-masing," ucap Anwar Hidayat, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Bekasi, yang bermukim di Kecamatan Tegalwaru, Jumat (15/4).
Namun kendala terbesarnya adalah pangsa pasar yang bisa meregulasi hasil usaha mikro yang ada di masyarakat, peluang bertahannya akan terus bertahan hingga bidang usaha kecil tersebut tidak khawatir akan kesulitan pemasarannya. Karenanya, lanjut Anwar, sedianya usaha-usaha rakyat bagi masyarakat di zona pariwisata sangat mumpuni dan bisa tereksplorasi dengan baik, namun dibutuhkan kerjasama semua pemangku kebijakan, agar selain mampu bertahan bisa mengakomodir pekerja sekitar.
"Yang paling terpenting ketika pasar bisa tersedia dan regulasi terjamin maka usaha mikro pedesaan mampu menjadi aplikasi yang terbaik memangkas angka pengangguran di wilayah pedesaan, karena bisa menyerap tenaga kerja dengan baik. Saya yakin pemerintah ketika memberikan solusi tersebut maka angka pengangguran di pedesaan bisa di tekan dengan baik," imbuhnya.
Demikian dengan Acep Kartawijaya (40), pelaku industri rumahan di bidang makanan ringan tradisional. Kendala yang sering mereka alami adalah market (pasar), kondisi tersebut membuat para pelaku industri di perkampungan sedikit terhambat ketika mengelola anggaran karena terhambatnya regulasi modal. "Ketika pasar macet maka kendala strategisnya modal menjadi macet tidak bisa berjalan dengan baik hingga banyak yang gulung tikar saat mereka mencoba bertahan," katanya.
Di tempat terpisah, Cucu (37), warga kampung Cacaban Desa, Cintawargi, berharap pemerintah bisa membuat solusi yang aktif serta melibatkan semua unsur kebijakan agar ketika masyarakat bisa menjalan kan bisnis tersebut bisa secara sinergis, selain bisa menjual dan menginginkan harga stabil. Hingga tidak perlu mengorbankan tingginya biaya operasional dengan memberhentikan pekerja karena sulitnya menjual hasil produksinya. "Produksi rumahan yang ada lumayan banyak di wilayah Karawang Selatan dan sedikit banyak bisa mengurangi pengangguran. Namun kendala kami yaitu pangsa pasar hingga ketika kami kesulitan menjual hasil yang ada, kami korbankan pekerja karena operasional kami membengkak. Karenanya kami berharap pemerintah bisa membantu mencari solusi agar pelaku usaha mikro di Karawang Selatan bisa berkembang," tuturnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template