Sektor Pariwisata Belum Memberikan Dampak Positif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sektor Pariwisata Belum Memberikan Dampak Positif

Sektor Pariwisata Belum Memberikan Dampak Positif

Written By Mang Raka on Selasa, 19 April 2016 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Seharusnya jika di suatu desa ada objek wisata minimal ada perubahan sosial yang tinggi dan lebih baik. Hanya saja pemerintahan desalah yang harus membuat sinergitas tersebut lebih aktual. Beberapa unsur yang bisa dijadikan galian potensi akan lebih terlegitimasi dengan baik jika pengelolaan lahan wisatanya lebih arif dan bijak serta memperhatikan aspek-aspek sosial yang membawa dampak perubahan

Hal itu diungkapkan Ade W. (43) pemerhati masalah pariwisata, kemarin. Namun akan lebih tidak baik jika pengelolaan objek wisata yang ada hanya mementingkan golongan saja. Padahal seharusnya semua sel dan elemen bisa teregulasi dengan baik. "Pengelolaan potensi akan lebih terasa jika koordinasi dengan semua elemen berjalan dengan baik. Jika individu bisa mempersembahkan kuliner bisa diakomodir oleh desa. Itu kembali lagi keseriusan pemerintahan yang berkompetennya saja," katanya.
Pengamatan RAKA, jika dipresentasikan memang dampak yang signifikan bisa dirasakan oleh warga di lintasan objek wisata serta pendapatannya pun sangat menggiurkan. Beberapa pengolahan yang bisa dijadikan sumber pendapatan pun bisa didapatkan oleh warga sekitar lintasan objek wisata. Seperti penjual makanan dan minuman ringan, dalam satu warung jika saat liburan tiba, sehar saja bisa mendapatkan laba bersih mencapai Rp 1.500.000. Sementara penjual jasa kendaraan roda dua menuju lokasi wisata dalam satu harinya bisa mengantongi hingga Rp 300.000 per hari, bahkan lebih serta para pengepul sampah minuman ringan pun tidak ketinggalan. Jika dalam liburan massal sampah yang bisa di uangkan bisa mencapai Rp 150.000 bahkan sampai Rp 300.000 per hari.
Jarak objek wisata yang berada di Karawang Selatan bervariatif, untuk beberapa tempat yang ada, hanya saja baru beberapa objek wisata unggulan yang sering dijadikan lokasi wisata yang bisa mendapatkan pendapatan anggaran dari wisata, seperti Curug Cigeuntis, Curug Bandung, Grand Canyon dan Situ Bakan Madang. Keberadaan Curug Cigeuntis dari Kota Karawang tepatnya di Karawang barat sekitar 37 KM, dan untuk sampai ke Grand Canyon Desa Medalsari jarak yang harus ditempuh oleh wisatawan sekitar 48 KM, dan untuk bisa sampai ke Lokasi Wisata Situ Bakan Madang yang ada di Desa Kutamenuh yaitu hampir 50 KM.
Objek pendapatan yang bisa dijadikan pendapatan regulasi pertahunnya adalah Penjual jasa kendaraan roda dua, warung kelontong, pengepul sampah atau limbah, serta jasa rumah singgah dan parkir. Untuk objek wisata seperti di Curug Cigeuntis para wisatawan yang ingin menggunakan jasa pengguna kendaraan roda dua dari Kampung Jayanti, Para pelancong harus mengocek ongkos sampai Rp 20.000 sekali antar dan jasa parkir untuk satu motor yaitu Rp 5000. Dalam satu hari di musim liburan bersama para penjual jasa antar dengan motor dalam satu harinya bisa mengantar sampai 10 bahkan 20 wisatawan, serta para penjual jasa parkir di masing–masing areal parkir Kendaraan yang bisa terparkir bisa mencapai 30 bahkan 40 motor. Rata–rata warga yang mempunyai areal parkir di Kampung Jayanti sepanjang jalur utama bisa mencapai 70%, bisa di bayangkan pendapatan mereka dalam satu tahun.
Untuk jenis warung kelontong yang ada di objek wisata tersebar mulai dari Dusun Cipeuteuy sekitar 30 warung, Dusun Parakan Badak sekitar 60 Warung dan Dusun Jayanti hingga mencapai 110 warung. Pendapatan mereka dalam satu harinya dalam musim liburan bisa mencapai Rp 1.000.000 per hari, bisa dikalkulasikan berapa pendapatan semua warung dalam 10 hari musim liburan tahunan yang mereka dapatkan.
Sementara pemilik lahan parkir itu identik dengan jalur-jalur yang tidak terlalu jauh dari lokasi-lokasi objek wisata, rata-rata pelancong yang mengunakan kendaraan roda dua biasanya mereka langsung ke lokasi yang lebih dekat. Areal parkir yang warga sediakan di jalur lintasan tersebut hampir 50 areal parkir warga,Dalam satu harinya sekitar 30 bahkan 50 kendaraan serta retribusi yang di kenakan sebesar Rp.5000 rupiah per motor. Mungkin bisa disimpulkan pendapatan mereka dalam 10 hari musim liburan tahunan. Seharusnya Desa desa yang mempunyai objek wisata adalah desa yang mampu membuat wilayahnya menjadi lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera karena beberapa pendapatan yang sangat besar membuat wajah perekonomian warga sedikit terbangun dan sejahtera. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template