Ritual Tahunan Sungai Cibeet - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ritual Tahunan Sungai Cibeet

Ritual Tahunan Sungai Cibeet

Written By Mang Raka on Sabtu, 23 April 2016 | 16.00.00

TELUKJAMBEBARAT, RAKA -  Ritual tahunan yang sering terjadi saat masuki musim hujan adalah banjir. Sayangnya, hingga kini pemerintah seperti tidak berdaya. Sampai sekarang belum ada skema solusi agar tidak ada lagi banjir yang merendam rumah warga. Seperti terjadi di Desa Karangligar dan Parungsari. Dua desa itu nyaris tenggelam akibat meluapnya air Sungai Cibeet.

Selain berpotensi menimbulkan banyak kerugian dan jatuh korban fasilitas umum dan infrastruktur wilayah pun rusak oleh luapan air yang sebetulnya air kiriman dari Cianjur dan Bandung itu. Hingga warga pun berharap ada solusi yang tepat supaya tidak terus menjadi regulasi tahunan yang membuat khawatir masyarakat sekitar.
Dodo (36) Warga Desa Parungsari, mengungkapkan, debit air Sungai Cibeet kini mulai meresahkan warga sekitar, bahkan ada beberapa rumah warga tergenangi air sungai, ketinggian air di pekarangan rumah warga sudah mencapai 20 sampai dengan 30 (CM) sentimeter. Dirinya pun berharap ada solusi aktual agar banjir tidak lagi terjadi.
"Warga disini berharap ada penyelesaian yang terbaik agar banjir tidak lagi menggenangi Kampung Parungsari, selain merusak areal pertanian warga, banjir bahkan merusak beberapa fasilitas isfrastruktur. Hal itu butuh solusi agar tidak banyak yang dirugikan sementara dampaknya kan anggaran menjadi keluar lagi untuk hal yang sama," paparnya.
Pengamat lingkungan sekaligus masyarakat Kaligandu, Desa Wanakerta, Dedi Kusnandi.SP, menegaskan, kualitas hutan di wilayah hulu Karawang Selatan menjadi penyebab tingginya debit air di sungai Cibeet. Perlu kiranya sinergitas antara menyadarkan masyarakat di hulu dan hilir serta peran pemerintah agar ada solusi hingga bencana tahunan itu mudah tertanggulangi. "Ini bukan permasalah pemerintah saja tapi merubah mainset masyarakat pun dibutuhkan. Namun di hulu pun masyarakat harus bisa bijak dalam menyikapi kondisi itu kualitas hutan yang rusak pun pemicu dan penataan kelola pabrik yang ada di bantaran pun selalu di ingatkan juga permasalahan buang sampah pun harus ada penegasan," ujarnya.
Sementara di tempat terpisah Ujang (40) warga pengasinan, Desa Karangligar menyampaikan, kerugian yang sekarang di tanggungnya adalah kerusakan peralatan rumah tangga dan areal persawahan miliknya yang terendan juga kolam ikan,di taksir kerugian mencapai puluhan juta,sementara agar bisa meminimalisasi kerugian,dirinya mencoba menyimpan barang-barang penting di dataran yang aman.
"Sementara yang sangat di khawatirkan sawah saya tidak bisa panen karena terendam. Kalau masalah kualitas padi sih pasti biasanya beras nya akan agak hitam, barang-barang perkakas dan peralaran rumah tangga saya amankan di zona aman banjir dan kerugian sampai sekarang mendekati Rp.10.000.000," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template