Ribuan Warga Tinggal di Bawah Tanggul Citarum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ribuan Warga Tinggal di Bawah Tanggul Citarum

Ribuan Warga Tinggal di Bawah Tanggul Citarum

Written By Mang Raka on Jumat, 29 April 2016 | 12.30.00

PAKISJAYA, RAKA - Banjir yang melanda Pakisjaya membuat warga pasrah menerima keadaan. Rumah mereka yang terendam Sungai Citarum memaksa warga pindah ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari bencana. Tanggul menjadi salah satu tempat mereka menunggu air surut.
Jumad (56) warga Dusun Tenjoejaya RT01/01 Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya menjelaskan bahwa sejak tahun 1984 tanah bantaran sepanjang jalan tersebut memang sudah dihuni banyak masyarakat. Saat itu, menurut dia ada sekitar 7 sampai 10 rumah yang baru berdiri. Namun dengan berjalannya waktu kini bantaran Sungai Citarum jadi sebuah desa. "Dulu saya masih inget awal saya disini itu baru hanya ada beberapa rumah saja, dulu mah bantaran luas," ungkapnya.
Berjalan hampir 32 tahun lamanya pria tua yang hidup dengan istri dan 2 anak beserta 2 cucunya itu tetap tinggal di rumah yang berdekatan dengan sungai. Uniknya meski dilanda bencana banjir dari luapan sungai, tak terpikir oleh mereka untuk pindah ke tempat lain. "Alhamdulilah, walaupun banjir kita tidak pernah tinggal di pengungsian, kita tetap di rumah aja walapun jelek juga," akunya.
Selama ini diakui dia, memang tidak ada rumah lain selain rumah yang sudah dibangun bersama istrinya itu. Bukannya enggan untuk meinggalkan rumah. Namun bagi dia tidak ada lagi tempat berteduh untuk keluarganya hingga pasrah menerima keadaan menerima banjir tahunan. "Ingin pindah rumah, cuma tidak ada lagi tanah yang lain," ucapnya.
Sementara Sekretaris Kecamatan Pakisjaya, Soleh S Gunawan menyampaikan bahwa dari luas tanah bantaran sektar 143 hektare dan dihuni oleh 2.815 jiwa yang meliputi dua desa antara Desa Telukjaya dan Desa Telukbuyung itu belum diketahui kepemilikan tanahnya. "Saya belum tahu tuh, yang jelas mereka banyak hidup di bawah tanggul dan tanah bantaran Sungai Citarum. Maka sudah tidak aneh lagi jika setiap tahun pasti kebanjiran," pungkasnya. (yna)
 
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template