Reruntuhan Bangunan Sekolah Ancam Siswa SD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Reruntuhan Bangunan Sekolah Ancam Siswa SD

Reruntuhan Bangunan Sekolah Ancam Siswa SD

Written By Mang Raka on Kamis, 14 April 2016 | 12.00.00

PANGKALAN, RAKA – Puluhan siswa sekolah dasar Negeri Cintaasih III, Kampung Cijago, Desa Cintaasih, dicekam rasa was-was. Ancaman tertimpa reruntuhan material bangunan sekolah yang rusak setiap waktu mengintai. Selain sulitnya buang air kecil disaat jam istrirahat belajar karena tidak punya wc.

Pantauan RAKA, Rabu (13/4) kerusakan terjadi dibeberapa bagian bagunan sekolah dengan peserta didik 57 siswa itu. Seperti atap kelas banyak yang hancur, halaman sekolah tidak disertai pengaman comtblok dan paling parah sekolah tidak memiliki WC sehingga siswa seringkali menahan sakit ketika harus buang hajat. "Siswa jika mau buang hajat baik besar maupun kecil mereka harus berlarian ke rumah warga yang dekat dengan sekolah karena sekolah tidak mempunyai Jamban," ucap Endah Widianingtyas, guru di sekolah tersebut.
Bahkan Endah mengatakan pernah ada siswa kelas dua saking tidak bisanya menahan terpaksa buang hajat (maaf, berak) di depan kelas. “Ada yang buang air besar di depan pintu kelas karena sudah tidak kuat menahan BAB. Ya, itulah resiko besar kami karena sekolah tidak mempunyai jamban," terang Endah seraya menambahkan kondisi itupun makin diperparah minim kesadaran warga sekitar sekolah. Endah mengatakan pihak sekolah sering kehilangan bangku belajar.
Tidak sampai disitu, kondisi bangunan sekolah yang keropos juga menjadi kecemasan para guru. Atap bangunan sekolah terlihat banyak rusak dan siap meluruh ke bawah. Sementara dibawah anak-anak belajar dan bermain. "Kami para guru sering mengingatkan agar siswa berhati-hati ketika bermain di luar kelas agar terhindar dari atap yang jatuh ketika memang kayunya sudah tidak kuat lagi menahan beban atap yang keropos," paparnya.
Hal sama diungkapkan Hilda Ruhiyah.SPd, guru baru yang ditugaskan di sekolah tersebut. Ia mengaku prihatin keadaan sekolah yang infrastrukturnya bermasalah. Bahkan yang membuatnya sedih saat upacara bendera di hari senin. Kondisi lapangan saat musim hujan kali ini dalam keadaan becek, dan siswa pun kadang sampai kumal oleh lumpur halaman sekolah. "Saya berharap Dinas Pendidikan bisa secepatnya membantu sekolah kami agar adanya perbaikan, terlebih sekolah kami memang membutuhkan perbaikan Infrastruktur yang bisa membuat siswa kami nyama. Saya harap sekolah pun mempunyai kelas yang aman agar bangku-bangku sekolah kami tidak selalu hilang," paparnya.
Ketika dikonfirmasi terkait berapa jumlah guru PNS dan honorer, ada empat honorer dan tiga PNS termasuk Kepala sekolah yang saat ini tengah berhalangan hadir karena sakit.
Ditambahkan guru honorer lainnya, Dedeh Rohamtulaeni, di sekolah itupun membutuhkan sosialisasi kepada lingkungan dibantu pemerintahan desa agar sekolah aman ketika penunjangnya sering hilang entah oleh siapa. “Saya harap komitte sekolah pun proaktif agar masalah hilang bangku dan kelangsungan sekolah warga sekitar pun ikut serta menjaganya karena sekolah kan untuk masa depan anak-anak mereka. Saya harap pemerintahan desa bisa membantu kami mengetahui secara jelas segala permasalahan yang kami rasakan," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template