Puskesmas Minta Dana Desa Disisihkan untuk Beli Alat Fogging - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas Minta Dana Desa Disisihkan untuk Beli Alat Fogging

Puskesmas Minta Dana Desa Disisihkan untuk Beli Alat Fogging

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 14.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tahun di desa-desa, belum bisa tertangani dengan baik. Utamanya soal pencegahan melalui fogging. Keterbatasan alat dan rendahnya kesadaran gotong royong untuk mencegah DBD membuat semuanya kian sulit. Terlebih, instansi kesehatan lazimnya Puskesmas, hanya mampu memberikan abatesasi dan tak memiliki peralatan fogging.
Atas dasar itu, Kepala UPTD Puskesmas Pasirukem, Dedi Sugandi meminta kesediaan kepala desa di wilayah kerjanya memberikan porsi anggaran kesehatan di dana desa untuk pengadaan alat foging mandiri milik desa. Karena, alat fogging yang hanya dipatok seharga Rp 7-8 juta, hanya sekian persen saja dari total dana desa yang mencapai setengah miliar per tahun.
Artinya, jika semua desa memiliki alat fogging, bisa dengan mudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan mandiri, tinggal memmberikan solar dan honor operatornya. Sementara saat ini, jangankan pemerintah desa, puskesmas saja kelimpungan saat PSN melalui fogging, karena alatnya juga tidak ada di desa. "Gak ada di Puskesmas alatnya, saya kira desa kalau bisa anggarkan di dana desa lah, alat fogging kan cuma Rp 7-8 jutaan per unit," pintanya.
Lebih jauh ia menambahkan, jika desa memiliki alat fogging tanggungjawab desa terhadap masyarakatnya bisa langsung dirasakan, utamanya saat ada yang terindikasi DBD.
Puskesmas lanjut Dedi, hanya menyediakan abatesasi untuk pencegahan jentik nyamuknya. Jika ada warga yang DBD, mencegah penularannya, desa tidak harus menunggu pengasapan dari pemerintah, tinggal langsung mmengoperasikan fogging yang sudah dibelinya. "Paling puskesmas mah abatesasi, sekarang bingung kalau mau fogging, desa gak dianggarkan.' Puskesmas dan dinas juga nihil, bagaimana mau melakukan pencegahan," curhat dia.
Mendengar keluhan itu, Kades Sukajaya Abdul Gofur mengaku siap memporsikan anggaran dana desa untuk pengadaan alat fogging. Memang terusnya, itu penting keberadaannya dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Baginya, besaran harga alat fogging Rp 7-8 juta terlalu tanggung, dirinya yakinkan bakal anggarkan Rp 10 juta per unit. "Betul itu sangat penting, mudah-mudahan nanti kita bisa porsikan bersama kades lainnya," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template