PSK Jatisari Rentan Kena HIV/AIDS - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » PSK Jatisari Rentan Kena HIV/AIDS

PSK Jatisari Rentan Kena HIV/AIDS

Written By Mang Raka on Rabu, 13 April 2016 | 12.00.00

- Minim Sosialisasi Kesehatan

JATISARI, RAKA- Jatisari menjadi daerah yang cukup rentan penyebaran virus HIV/AIDS. Di daerah ini, memiliki kantong pekerja seks komersial (PSK) yang biasa nongkrong di warung-warung di pinggir Jalan Raya Pantura. Namun, PSK yang ada di Jatisari minim sosialisasi kesehatan.
Kepala UPTKBPP Kecamatan Banyusari dan Jatisari, Hasan Basri, mengaku masih belum bisa melakukan sosialisasi pengamanan penyebarluasan virus HIV/AIDS yang disebabkan oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK). Pasalnya sosialisasi tersebut harus didampingi pihak Kepolisian dan Pol PP. "Kalau sosialisasi secara langsung kepada PSK-nya kami belum pernah. Tapi sering menitip kepada Pol PP dengan memberikan kondom," ujar Hasan, kepada Radar Karawang, Selasa (12/4).
Dia menyampaikan, akibat seks bebas, besar kemungkinan menjadi penyebab untuk menyebarluaskan virus HIV/AIDS, karenanya untuk mencegah menyebar luasnya virus HIV/AIDS harus menggunakan pengaman berupa kondom. "Sebenarnya aceptor kondom di Jatisari tergolong sedikit. Karena yang paling banyak aceptor yang menggunakan KB suntik dan pil. Itu juga dikalangan warga biasa, maksudnya diluar PSK," jelasnya.
Dia menyampaikan, sebenarnya tujuan dari KB sendiri adalah untuk mewujudkan norma kelurga kecil bahagia sejahtera (NKKBS). Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga, karena bisa terprogramnya masa depan keluarga dan anak keturunannya. Meskipun diluar itu, ada juga fungsi untuk mencegah menyebar luasnya virus berbahaya HIV/AIDS. "Dua anak cukup. Sehingga keluarga bisa memprogram masa depan anak-anaknya," ucapnya.
Dalam waktu dekat, dia mengaku akan membentuk kampung KB. Desa yang sudah disiapkan untuk dibentuk kampung KB tersebut adalah Cikalongsari, karena selain melihat kondisi masyarakatnya, pemerintahan desanya juga cukup pro aktif. "Fungsinya kampung KB supaya bisa lebih terbina secara baik. Harus adanya pembinaan yang terintegrasi, baik dengan PAUD, Remaja, maupun lansia," jelasnya.
Disinggung langkah efektif untuk pencegahan HIV/AIDS, dia menyampaikan, seharusnya dikumpulkan para germo yang ada di Jatisari. Agar kemudian germo-germonya yang menyampaikan kepada para PSK sehingga bisa mencegah tersebarnya HIV/AIDS. "Paling kami kumpulkan germonya. Bukan PSK-nya. Karena biasanya kalau PSK-nya, ada orang yang pakai seragam juga langsung kabur," ujarnya.
Dalam rangka pembinaan aceptor aktif, pihaknya minimal sebulan sekali membagikan kondom yang sudah dialokasikan. Berdasarkan data sampai bulan Desmber 2015, aceptor peserta baru kondom sebanyak 147 orang atau 96,08 persen. Sedanghkan suntik 145,73 persen, dan pil 134,48 persen. "Kami harap semua pihak bisa ikut serta menyukseskan program yang ada," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template