Program Pompanisasi Mubazir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Program Pompanisasi Mubazir

Program Pompanisasi Mubazir

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Program pompanisasi di Kampung Baged, Desa Mulangsari mubazir. Tadinya petani di blok 9 dan 10 berharap pompa air itu bisa mengairi areal persawahan warga disana. Namun hal itu pupus setelah air yang dihasilkan tidak optimal. Secara teknis ada permasalahan penyambungan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Pantauan RAKA, Senin (25/4) Petani belum bisa handling over (atau serah terima) dari pembangunan pompanisasi tersebut dengan kelompok tani karena belum bisa dianggap layak di erikan jika air belum bisa mengaliri air secara optimal. Saat ini sekitar 300 petani mengelola areal persawahan. Hingga kini ketika para petani membutuhkan, masih saja seperti yang sudah-sudah, mereka harus mengocek dari anggaran kantong sendiri karena harus menggunakan pompa hisap air sewa dari pemilik pompa hisap air.
Ketua Rukun Tetangga (RT) Wilayah Baged, Agustiar (45) mengatakan saat ini memang dilema terhadap petani karena tadinya berharap dengan adanya pompa itu mampu menanggulangi kesulitan air untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Akan tetapi ternyata hasilnya pun sama dari program-program yang sudah-sudah. "Cul Leos (Sudah ada di tinggalkan), kata yang tepat dari program pompanisasi itu karena kami yang menunggu tidak diberi informasi bagaimana mengoperasikan alat pompa itu dan juga sekarang, pemasangan sambungan pipa yang ada malah seperti asal di pasang saja dan akibatnya sambungan pipa malah bocor dan air pun malah merembes disambungan, dan parahnya hingga di ujung air yang keluar malah kecil," kesalnya.
Sementara ditambahkan Petani sekitar, Ardi (55), perihal program pompanisasi yang sekarang sudah tersedia dan dibangun pada bangunan permanen yang diharapkannya saat itu bisa membantu yang tengah kesulitan air mendapatkan pasokan air dari pompa itu. "Percuma ada pompa yang diberi oleh dinas pertanian, tetap saja saya malah masih nyewa pompa biasa milik warga. Tidak membantu, saat ini kami beberapa petani memang membutuhkannya,ya udah pak,saya lanjut mengaliri air lagi," tukasnya.
Di tempat terpisah, Udoy (43), petani yang lainnya pun berharap, dinas dan instansi terkait bisa membuat solusi dan kepentingan pemborong pun harus sampai selesai, jangan sampai program dari pemerintah di buat tapi tidak sampai selesai hingga sempurna. "Kalau bisa pemborong juga bantu kami juga hingga ada penyelesaiannya jangan sampai program baik itu malah berdampak tidak baik dan hal itu malah yang kena petani,karena petani bisa jadi tumbal program saja,penyelesaiannya malah tidak baik," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template