PKL Maracang Meradang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » PKL Maracang Meradang

PKL Maracang Meradang

Written By Mang Raka on Senin, 18 April 2016 | 12.30.00

-Dipaksa Pindah, Dipungli Oknum Karang Taruna

PURWAKARTA, RAKA - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Baru Maracang menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yang dinilai telah memaksa mereka pindah lokasi dagang ke Jalan KH Mustofa Maracang (jalan alternatif Babakancikao-Jatiluhur). Selain terkesan dadakan, pemindahan lokasi dagang ini juga tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada para pedagang.
"Relokasi ke tempat baru juga rawan premanisme, belum apa-apa kita diharuskan membayar Rp 60 ribu yang dikwitansi tertulis hanya Rp 50 ribu. Alasannya untuk uang kordinasi dan cat," sesal Heru (35) salah satu PKL Jalan Baru, Minggu (17/4).
Dia menegaskan, seharusnya pemerintah melakukan pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dahulu. Karena jangan sampai terkesan dadakan dan tidak mengedepankan kepentingan para pedagang. "Minta waktulah jangan ngedadak gini, ya habis lebaran kalo bisa pindahnya," kata dia.
Di tempat yang sama, PKL lainnya, Supriyanto (48) mengaku sangat menyesalkan tidak adanya sosialisasi sebelumnya terkait relokasi. "Mendadak gini, tidak ada pemberitahuan sebelumnya," ungkap Supri, geram.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Purwakarta, Saefudin mengatakan, relokasi para pedagang tersebut dalam rangka pengembangan Kecamatan Babakancikao. "Kini jumlah pedagang yang direlokasi lebih dari 800 terus berkembang, di Jalan Baru Maracang sudah berjalan kurang lebih selama 6 tahun. Belum lagi termasuk warga sekitar Jalan KH Mustofa juga ingin berdagang," jelasnya.
Terkait adanya pungutan yang dibebankan kepada para pedagang yang baru direlokasi, pihaknya secara teknis tidak begitu mengetahui. "Kemungkinan hal itu dipungut sesuai dengan kemampuan pedagang. Bentuknya partisipasi, awalnya mungkin sudah ada kesepakatan dengan para pedagang, jikapun ada pungutan sifatnya tidak memaksa," tegasnya.
Camat Babakancikao, Agus Hasan Saepudin, saat dikonfirmasi menjelaskan pungutan terhadap para pedagang dilakukan oleh sejumlah oknum Karang Taruna Desa Maracang. "Saya sudah instruksikan agar (uang pungutan) harus dikembalikan ke pedagang," singkat Agus. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template