Petani Tipar Minta Saluran Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tipar Minta Saluran Air

Petani Tipar Minta Saluran Air

Written By Mang Raka on Sabtu, 09 April 2016 | 13.30.00

TEGALWARU,RAKA – Areal persawahan di wilayah Kampung Tipar, Desa Kutalanggeng, belum tersentuh pembangunan. Padahal petani sangat bergantung kepada air dari saluran tersebut. Karenanya, petani disana berharap Pemerintah Karawang bisa membuatkan sarana tersebut.

"Kami berharap agar secepatnya dibangunkan saluran air di desa kami. Usaha untuk itu sudah ditempuh kelompok tani melalui berbagai pengajuan proposal pembangunan hingga mengajukan langsung dan hearing dengan anggota DPRD namun hingga kini belum ada realisasinya," ujar Agam petani setempat, Jumat (8/4).
Dijelaskan Agam (40), saat ini saluran air yang perlu dibangun sekitar 200 meter, dan saluran tersebut bisa mengaliri sawah warga sekitar 16 hektar luasnya. Kami berharap pemerintah bisa secepatnya membangun saluran air agar air tidak mudah terbuang percuma dan tetap mengaliri sawah. “Sudah berbagai cara ditempuh dan belum ada realisasinya dan saat ini petani berharap pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan saluran tersebut," pintanya.
Sementara Umar (33), menambahkan musim hujan ini menurutnya ada alokasi pembangunan di tempat tersebut namun sampai memasuki bulan April saat ini belum juga ada pihak yang datang dan melihat secara langsung betapa air di buang percuma. “Selain sawah warga juga sebagai sawah tadah hujan, mungkin dengan kebijakan saluran air yang permanen mungkin bisa juga mengalirkan air dari beberapa titik sumber mata air yang ada di wilayah kami. Dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan di bangun," ujarnya.
Hal senada dikatakan Ateng (36), memang jika dibangun di musim hujan sangat riskan oleh kendala, baik bah air begitu pun dengan deras air hujan. Dirinya menginginkan di musim kemarau nanti bisa secepatnya dibangun saluran air tersebut, aAgar di musim hujan nantinya sudah bisa dapat di rasakan manfaatnya. “Jika dilakukan sekarang mungkin terlalu merugikan karena bisa saja kan bah hujan datang dan malah merusak pembangunan. Saat ini yang dibutuhkan bisa direalisasikan saat kemarau nanti. Hanya saja bisa secepatnya pemerintah bisa menetapkan di titik tersebut agar masuk dalam pembangunan selanjutnya," pungkasnya. (yfn)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template