Petani Ragu Varietas 'Teh Celli 70' Bisa Sukses - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Ragu Varietas 'Teh Celli 70' Bisa Sukses

Petani Ragu Varietas 'Teh Celli 70' Bisa Sukses

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 April 2016 | 14.30.00

TELAGASARI, RAKA - Peluncuran varietas padi tahun ini yang dinamai Bupati Karawang dengan "TC 70" alias Teh Celli 70, menuai keraguan kalangan tokoh tani di Karawang. Jaminan tanam yang bisa dipanen 4 kali selama setahun, dipandang tidak meyakinkan ketika sistem pengairan tak pernah teratur dan jadwal tanam yang selalu mundur.
Dikatakan Tokoh tani Kecamatan Telagasari H Akom, tanam 4 kali setahun bisa saja dengan umur varietas padi setahun dibagi 4 itu memang mudah dikatakan. Tetapi pertanyaannya, mampu atau tidak pemerintah mencukupi air dengan tepat waktu? atau sudah bisakah petani Karawang terapkan konsep PHT seperti bududaya tanaman sehat, melestarikan Dan mendayagunakan musuh alami. "Siap tdak pemerintah dalam hal mengendalikan hama secara menyeluruh atau menjamin pengairannya? kalau bicara 4 kali setahun bisa panen sih mudah saja," singgungnya.
Petani teladan yang mendapati berbagai penghargaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni ini menambahkan,  dengan dua poin penting terlaksana untuk varietas sebelumnya yang dinamai IP 400. Ditahap awal kenang Akom, memang sukses tapi tanpa pengairan dan pengendalian hama terjamin. Tetap saja ujungnya tidak meyakinkan.
Hari ini saja, bicara IP 400 sebentar lagi Musim Tanam (MT) Gadu,  Petani saat kelabakan meminta air paling-paling dijawab dengan diplomatis. "Debit air jatiluhur turun sekian meter, sementara kalau terus dialirkan bagaimana dengan turbin, itu selalu menjadi alasan setiap tahun  jawabannya. Saat petani minta air, paling alasannya klasik kalau tidak air Jatiluhur turun, lalu kalau dialirkan bagaimana dengan turbin, itu-itu saja," keluh petani asal Desa Cariumulya Kecamatan Telagasari ini.
Senada dikatakan penyelia tanaman asal Telagasari, Wawan Kawista. Cellica maupun dinas harusnya mempertimbangkan varietas yang konon super cepat itu. Istilah panen 4 kali setahun itu sulit terwujud sekalipun dengan varietas baru bernama TC 70 itu. Sebab, rata-rata umur tanaman berbagai varietas saja rata-rata 100 hari atau 3 bulan setengah dari mulai persemaian. Disisi lain, harus diselipkan setiap paska panen itu adalah masa pengairan dan pengolahan tanah yang memakan waktu lebih dari sebulan, sehingga hitungannya, paling tidak, sawah itu paling cepat hanya bisa dipanen 3 kali dalam setahun.
Kecuali catat Wawan, di sawah-sawah padi rawa atau golongan air pertama. Dirinya justru melihat wacana diluncurkannya TC 70 ini tidak lebih dari sebuah pencitraan yang sebenarnya Cellica tidak faham pertanian. "Dinas harus memberi tahu logika berpikirnya bupati yang 3 kali juga pernah ada, tapi banyak gagal, apalagi digemborkan 4 kali panen dalam setahun," ujarnya.
Dibanding jualan varietas setiap tahun demi pencitraan, harusnya Pemkab lebih mencari solusi agar padi bisa berproduksi tinggi meskipun 3 kali panen. Karena, jikapun bisa ada varietas yang bisa dipanen 4 kali, tanpa menafikan keuntungan, tetap saja  upah dan biaya produksi akan tetap tinggi. "Lebih baik utamakan kualitas ketimbang kuantitas gabah, berapapun panen dalam setahun, jika biaya produksi tinggi tetap saja sia-sia," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template