Persoalan Karyawan PT STI Belum Ada Tindakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Persoalan Karyawan PT STI Belum Ada Tindakan

Persoalan Karyawan PT STI Belum Ada Tindakan

Written By Mang Raka on Rabu, 20 April 2016 | 13.30.00

JATISARI, RAKA- Ketua Harian Paguyuban Susah Mencari Kerja (Pasacaker) Kabupaten Karawang, Dadang Aripudin (44), mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan sidak kepada PT Surya Tekstil Indonesia (STI) yang diduga melakukan pelanggaran perundang-undangan ketenagakerjaan.
"Ada warga Balonggandu yang kerja di PT STI menyampaikan bahwa dia bekerja lebih dari 8 jam. Dan kelebihannya itu tidak terhitung lembur," jelas Dadang, kepada Radar Karawang, Selasa (19/4).
Dia menyampaikan, pemerintah harus bertindak tegas dengan adanya kasus seperti itu. Terlebih masa kerjanya juga tidak jelas, hanya sampai 19 hari saja sudah diberhentikan. Bahkan Mahpudin sebagai korban merasa tidak ada kejelasan atas status pekerjaannya itu. "Ini tidak main-main adanya kejadian yang menimpa Mahpudin itu harus segera di follow up oleh  pihak Disnakertras Kabupaten Karawang," tegasnya.
Apalagi, tambah Dadang, bupati dan wakil bupati sedang gencar-gencarnya melakukan sidak ke berbagai perusahaan di Karawang. Dengan mencuatnya persoalan Mahpudin di media massa, harusnya pemda melakukan langkah cepat agar segera ada solusi. "Kami lihat perusahaan itu melanggar, undang-undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 32. Kemudian Keppres Nomor 4 Tahun 1980. Dan Perda Ketenagakerjaan Kabpaten Karawang nomor 1 tahun  Tahun 2011," ujarnya.
Lebih lanjut, Dadang mengatakan, jika merujuk kepada Perda Ketenagakerjaan Kabpuaten Karawang. Bahwa 60 persen putra daerah harus diakomidir untuk bekerja diberbagai perusahaan yang beroperasi di Karawang. Maka sangat jauh kemungkinannya perusahaan yang memberikan status tidak jelas kepada Mahpudin menjalankan perda tersebut. "Jika terjadi tambal sulam rekrutmen pekerja, apalagi Mahpudin hanya 19 hari bekerja, dengan tanpa alasan yang jelas. Maka Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang harus turun langsung ke perusahaan itu," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Radar Karawang, PT.Surya Tekstil Indonesia (STI) yang beralamat di Desa Cimahi Kecamatan Klari, merupakan salah satu perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran perundang-undangan. Selain menentukan jam kerjaebih dari 8 jam, perusahaan tersebut juga seenaknya mengeluarkan para karyawannya. "Setiap hari saya bekerja selama 12 jam kerja. Yang 4 jamnya tidak terhitung lembur. Terus saya hanya kerja 19 hari saja, kemudian dirumahkan," ujar warga Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari Mahpudin (32).
Didi, pihak perusahaan yang dikonfirmasi terkait adanya dugaan pelanggaran ketenagakerjaan. Dia mengaku pengrekrutan karyawan diatur oleh pihak karang taruna, bahkan saat diminta untuk konfirmasi lebih jelas, dia meminta agar menemui salah seorang yang juga bekerja di media massa. "Perekrutan karyawan melalui lingkungan dan karang taruna Cimahi. Bapak bisa menghubungi pak Boin dari pers Nasional," tulis Didi, melalui pesan singkatnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template