Perbup Tenaga Kerja Sudah Ditanda Tangani - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perbup Tenaga Kerja Sudah Ditanda Tangani

Perbup Tenaga Kerja Sudah Ditanda Tangani

Written By Mang Raka on Jumat, 15 April 2016 | 15.00.00

* Jimmy: Kebijakan Tenaga Kerja di Karawang Tidak Diskriminatif

KARAWANG, RAKA - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana sudah menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tenaga Kerja. Itu berarti nantinya implementasi Perda Tenaga Kerja terkait sistem penerimaan tenaga kerja di Karawang sudah jelas. Diharapkan melalui perbup itu nanti formulasi serapan tenaga kerja 60 persen lokal dan 40 persen nonlokal bisa terealisasi.

"Sudah ditandatangani (Perbup) Tenaga Kerja, hari Senin," ungkap Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja Ahmad Suroto, kemarin. Dia memastikan peraturan bupati itu ditanda tangani bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pada Senin 11 April 2016 lalu. Dengan disahkannya perbup tersebut, amanat Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2011 tentang ketenagakerjaan wajib dilakukan. Dalam perda itu, setiap perusahaan di Karawang diharuskan untuk lebih banyak menerima pekerja asal Karawang. Di setiap perusahaan, 60 persen pekerja harus asli putera daerah, sementara 40 persen diperbolehkan dari luar daerah.
Baru-baru ini, Disnakertrans Karawang mengharuskan setiap perusahaan untuk hanya menerima pelamar asli Karawang. Suroto mengatakan, Selain KTP Karawang, pelamar harus membuktikan akta kelahiran dan wawancara silsilah keluarga. Hal itu berlaku untuk semua golongan, tidak boleh dari luar karawang, termasuk pekerja tingkat atas.
Secara terpisah Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari, menyinggung formulasi serapan tenaga kerja 60% : 40% mengaku tidak merasa khawatir jika kebijakan tersebut berdampak buruk. Ia tidak takut jika kebijakan membatasi pekerja dari luar daerah, mengakibatkan pekerja asal Karawang dipersulit untuk bekerja di kota lain. "Tidak masalah. Silahkan. Saya yakin, kami melakukan perda itu tidak diskriminatif, karena perda itu berbasis keadilan dan kearifan lokal. Kalau kami menetapkan pekerja lokal harus 90 persen, baru itu diskriminatif," pungkasnya.
Ditegaskan wabup kebijakan yang tertuang dalam Perda No 1 Tahun 2011 yang menempatkan 60 persen warga asal Karawang dan 40 persen luar Karawang dalam satu perusahaan dianggapnya sudah sangat adil. "Kebijakan itu tidak diskriminatif 40 persen bagi pendatang itu sudah sangat adil," kata wabup, saat ditemui usai melakukan kunjungan ke perusahaan IHARA di Karawang International Industry City, Kamis (14/4). Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana sudah meneken Peraturan Bupati yang mengatur ihwal penerimaan tenaga kerja di Karawang. (ops)
Berbagi Artikel :

4 komentar:

  1. 30% untuk tetangga 10% untuk luar jabar dn luar negara . dan harus disleksi mulai dini kesetiap Pt dan perusahaan.Lega dikit jim

    BalasHapus
  2. PAmi tiasa mah di share keun atuh perbup na supados tiasa di aos ku masyarakat.....

    BalasHapus
  3. Tapi kenapa tenaga kerja asing kebanyakan yg jadi big bosnya,harus di cek ulang izin tinggalnya....

    BalasHapus
  4. Rada lega lah,..selama ini upami di tingali di data tiap perusahaan pasti 90% ti luar jeung 10% ti Karawang..kudu diawasi terus perda nya supaya nyata hasilna.
    Masa pembangunan di Karawang tapi orang Karawangna gigit jari,..tingali saha penghuni rumah2 mewah?..da lain orang Karawang karena orang Karawangnya gak mampu beli,..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template