Perajin Keramik Terancam Punah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perajin Keramik Terancam Punah

Perajin Keramik Terancam Punah

Written By ayah satria on Kamis, 21 April 2016 | 17.00.00

Warga Plered Pilih Ganti Profesi

PURWAKARTA, RAKA - Kebutuhan hidup yang terus naik membuat perajin keramik Plered pusing tujuh keliling. Pendapatan yang tidak seberapa akhirnya menjadi alasan mereka untuk beralih profesi.
Alhasil, dari tahun ke tahun jumlah perajin keramik terus merosot. Bahkan bukan tidak mungkin nantinya tidak ada satupun keramik dihasilkan di Kabupaten Purwakarta, dan keramik Plered tinggal kenangan.
Seorang perajin keramik, Odang (61) menuturkan, minimnya upah bagi para perajin menjadi alasan beberapa temannya beralih profesi ke usaha lain.
"Wajar saja banyak perajin yang beralih profesi karena penghasilannya pun dibawah rata-rata. Saya juga penghasilannya sekitar 300 ribu per tujuh hari, itupun kejar target dan tidak cukup untuk menghidup 4 orang anak," keluhnya.
Penurunan jumlah perajin keramik juga dibenarkan oleh
Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu. Menurutnya dalam tujuh tahun terakhir perajin keramik Plered mengalami penurunan sekitar 40 persen. Dari 286 perajin yang tercatat di UPTD Litbang keramik Plered tahun 2005, jumlahnya terus menurun menjadi 178 perajin. “Saya merasa miris melihat situasi yang sekarang terjadi. Dari sekian banyak perajin keramik dasar atau tukang puter, yang ada semakin hari semakin menghilang. Saya khawatir kedepannya akan sangat susah untuk ditemui," katanya.
Kepala Desa Anjun Kecamatan Plered Adi Prasetiyo mengatakan, kemampuan membuat keramik wajib dimiliki oleh generasi penerus, agar perajin keramik tetap ada sebagai identitias asli Plered yang sudah terkenal hingga mancanegera. "Saya pasti akan dukung (perajin keramik baru), apalagi jika kerajinan keramik masuk dalam muatan lokal di setiap sekolah di Plered," katanya.
Pembuatan Keramik Jadi Muatan Lokal
Melihat itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) H Rasmita mewajibkan anak sekolah dasar di Kecamatan Plered bisa menguasai teknik pembuatan gerabah keramik. Ini dilakukan untuk mencegah hilangnya generasi penerus perajin keramik yang merupakan ikon Plered. "Ya memang harus gerabah keramik, itu kan salah satu ikon Kecamatan Plered di Purwakarta selain sate maranggi. Untuk itu anak-anak wajib menguasai untuk generasi penerus," ujar Rasmita kepada Radar Karawang.
Menurutnya, gerabah keramik di Kecamatan Plered merupakan potensi besar dan sudah mendunia yang berpusat di Desa Anjun. Dirinya meminta agar regenerasi para perajin keramik harus tetap terjaga. "Mereka harus mengetahui dari mulai cara pembuatan kerang, dan beberapa teknik lain tentunya dari pembimbing yang ahli juga,'' ujarnya.
Meski begitu, Rasmita tidak menampik kurangnya sarana dan prasana penunjang proses belajar mengajar. Namun, kata Rasmita, hal itu dapat teratasi jika para guru serta kepala sekolah sadar akan pentingnya mengangkat potensi yang dimiliki daerah tersebut. "Untuk sarana dan perlengkapan kan bisa pake BOS, dan jika sampai anak sekolah di Plered tidak bisa sama sekali cara pembuatan keramik itu kebangetan," ungkapnya. (cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template