Pencemaran Kalimati Disidangkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pencemaran Kalimati Disidangkan

Pencemaran Kalimati Disidangkan

Written By Mang Raka on Jumat, 29 April 2016 | 12.00.00

- Direktur Keuangan PT IBR Bawa Penerjemah

PURWAKARTA,RAKA- Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta menggelar sidang perdana dugaan kasus pencemaran Danau Kalimati yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao oleh PT Indo Bharat Rayon (IBR), Kamis (28/4).
Dalam perkara Nomor 113/Pid.Sus-LH/2016/PN PWK itu, Sibnath Agarwalla, warga negara India yang menjabat sebagai Direktur Keuangan ditetapkan sebagai tersangka yang mewakili korporasi (PT IBR). Sibnath datang ke PN Purwakarta menggunakan sedan putih bersama seorang penerjemah. Seperti diketahui, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan penyidik Kejaksaan Negeri Purwakarta menetapkan PT IBR sebagai tersangka. PT IBR sendiri menggunakan power plant yang berperan menyediakan kebutuhan tenaga listrik untuk menggerakkan mesin-mesin di seluruh area industri perusahaan.
Dalam satu hari, power plant itu membutuhkan batu bara sebanyak kurang lebih 1.000 ton dengan kadar kalori 4 ribu hingga 5 ribu kalori. Dalam berkas penyidikkan, batu bara sebanyak 1.000 ton itu diambil dari stock pile untuk dihaluskan, kemudian ditransfer ke empat boiler yang menghasilkan steam dan listrik yang berproduksi selama 24 jam. Hasil pembakaran batu bara per hari yang dihasilkan mencapai 70 hingga 90 ton per hari atau 2100 hingga 2700 ton fly ash/bottom ash atau sisa pembakaran per bulan.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Purwakarta, Azwar Hamid menjelaskan, sisa hasil pembakaran ini termasuk limbah B3 yang seharusnya disimpan di tempat penyimpanan sementara yang beratap kedap dan terhindar dari air hujan selama maksimal 90 hari. "Sisa pembakaran itu seharunya diserahterimakan ke pihak poengangkut atau pemanfaat lain yang sudah berizin. Tapi, ternyata tempat penyimpanan sementara ini tidak digunakan untuk penyimpanan sisa limbah batu bara," ujar Azwar.
Ia menjelaskan, ia juga memeriksa dokumen limbah B3 PT Nuryeni selaku pihak yang memanfaatkan limbah batu bara, yang hanya menerima 1200 ton limbah batu bara. Sedangkan, limbah batu bara yang dihasilkan dalam sebulan mencapai 2100 ton hingga 2700 ton. "Jadi artinya, ada selisih 900 ton hingga 1500 ton limbah tidak diserahkan ke pihak pemanfaat limbah melainkan dibuang ke media lingkungan di sekitar area industri tepatnya di luar PT IBR," ujar Kasi Pidum.
Akibatnya, limbah itu terbawa air dan hanyut ke Kalimati  Sungai Citarum di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao. "Sehingga berbagai logam berat larut bersama air rawa Kalimati dan lingkungan sekitar," pungkasnya. (cr2)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template