Pemkab Harus Pro Usahawan Muda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pemkab Harus Pro Usahawan Muda

Pemkab Harus Pro Usahawan Muda

Written By Mang Raka on Senin, 25 April 2016 | 12.00.00

TELAGASARI, RAKA - Makin banyaknya dana bantuan ke desa-desa dengan nomonal fantastis hingga miliaran rupiah, ternyata belum mampu menghasilkan produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lembaga-lembaga pengusaha yang sudah banyak berkembang pun terkesan hingga mengandalkan perguliran menggiurkan dari perbankan, dan tidak berdaya mencetak usahawan muda.
Jika kondisi ini terus berlanjut berpotensi melemahkan pertumbuhan ekonomi. Apalagi bila pemerintah tidak juga merumuskan formulasi konkrit untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda.
Aktivis Karawang Yudi Yudistira mengatakan, kondisi pelemahan rupiah dewasa ini membuat daya beli semakin menurun dan harga barang impor terkerek naik. Di sisi lain, himpitan ekonomi sangat berkaitan dengan ketidakberdayaan pemerintah mensuplai potensi ekonomi domestik. Ia menyebut, rendahnya pembinaan usahawan muda hingga perguliran bantuan yang alokasinya sebagai modal usaha kaum muda masih luput diperhatikan.
Padahal, beragam inovasi dan kreatifitas sangat berpeluang dikembangkan. "Pengusaha muda semakin langka, ya akibatnya saat dilanda krisis masyarakat yang lebih memilih jadi konsumen," kata dia.
Pria ini menambahkan, akibat pelemahan rupiah, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah di depan mata. Mau tak mau, Pemkab harus mengantisipasinya dengan membuka keran ruang-ruang usaha, baik mikro, inovasi hingga koperasi. Karena saat krisis, ekonomi domestik menjadi penyelamat dari himpitan krisis serta menjadi alternatif menuju kesejahteraan masyarakat.
Karenanya, meskipun berlaku UU Nomor 1 tahun 2011 tentang persentasi penyerapan tenaga kerja lokal, namun bukan berarti Pemkab membiarkan kaum muda Karawang berbondong-bondong menjadi buruh pabrik. Sebab, sistem kontrak masih menghantui buruh karena terbukti belum bisa menjamin kesejahteraan berkelanjutan. Karenanya, sambung Abdul Latif, solusi mendongkrak daya beli adalah mencetak usawahan muda yang bisa mempekerjakan orang lain. "Jangan anggap solusi ekonomi itu diserap dengan menjadi buruh pabrik semua. Ada sektor lain yang bisa menguntungkan ekonomi Karawang yaitu potensi kaum muda di UKM dan usaha lainnya," ujarnya.
Latif yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga mewanti-wanti agar pemerintah tak memberikan anggaran yang rendah untuk bantuan program pemberdayaan ekonomi bagi kaum muda. Sebab, tonggak ekonomi kreatif itu dihasilkan dari gagasan anak-anak muda. Jikapun ada Balai Latihan Kerja (BLK) dengan pelatihan UKM, nilai Latif, semuanya sekedar simbolisasi untuk menghabiskan anggaran saja, karena pada kenyataannya pemerintah tak kreatif membangun jaringan atau akses penyaluran.
Sebab itulah terus Latif, ia menaruh harapan besar agar Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi UKM bisa bersinergi melahirkan usahawan muda. Adapun aksesnya, ia harapkan BPMPT bisa berperan, karena lembaga itulah yang mengeluarkan izin ribuan usaha baik perusahaan skala besar maupun kecil. "Kadang melatih tanpa disokong aksesnya, ya sia-sia," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template