Pemalak Merajalela di Jembatan Badami Loji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemalak Merajalela di Jembatan Badami Loji

Pemalak Merajalela di Jembatan Badami Loji

Written By Mang Raka on Senin, 11 April 2016 | 14.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Titik rawan kejahatan di sekitar jembatan Badami Loji ini bisa menjadi informasi bagi pihak kepolisian jika institusi hukum ini memang belum tahu. Hal itu memungkinkan jika mengingat aksi pemalakan yang sudah berlangsung lama ini, ternyata masih tetap lancar. Sementara hingga kemarin belum ada tindakan tegas yang dilakukan polisi terkait aksi kejahatan itu.

RAKA yang mencoba menelusuri informasi terkait  aksi kejahatan yang meresakan warga sekitar jembatan Badami Loji, Minggu (10/4) ini, menemukan sejumlah data. Dari rata-rata pengakuan saksi mata, membenarkan disekitar lokasi memang sering terjadi pemalakan. Korbannya karyawan pabrik yang kebetulan bekerja malam (shif malam). Para pelaku sendiri dalam aksinya selalu bergerombol dan jumlah bertambah banyak setiap kali tanggal gajian para karyawan. "Para pemalak beraksi malam hari, terutama saat karyawan tengah menunggu kendaraan umum untuk pulang," ucap Faruk (43) warga Tegalwaru, yang juga karyawan pabrik sepatu, kawasan industri Karawang.
Bahkan,  tambah Faruk para pemalak tidak segan melakukan aksinya dengan cara memaksa menggunakan kekerasan. Aksi itu mereka lakukan setelah menyaksikan korbannya tidak sedang bersama teman-teman kerjanya. "Saya pernah melihat karyawan pabrik kawasan indsutri ketika mereka pulang tengah malam dan shift kedua jadi korban pemalakan. Pemalak datang menghampiri mereka dan meminta uang dengan cara memaksa," ucap Faruk.
Faruk sendiri mengaku sering menyaksikan aksi kejahatan tersebut setiap kali pulang kerja. “Itu sering saya temui ketika saya pulang ke Loji dengan waktu yang sama. Rata-rata karyawan yang menggunakan seragam pabrik yang jadi korban. Sampai ada yang tangannya ditarik-tarik dengan harapan bisa mendapatkan uang dari karyawan tersebut. Jika saya mungkin tidak dipalak karena kemungkinan pemikiran para pemalak saya hanyalah sebagai buruh tukang," ujarnya.
Hal senada pun diungkapkan Amin (35), warga sekitar jembatan. Menurutnya jika yang melakukan pemalakan itu bukan warga sekitar. Karena mereka sangat menghargai para karyawan dan jarang sekali para pemuda di lingkungan itu melakukan hal – hal yang sangat tidak baik, apalagi berlawanan dengan hukum. “Rata-rata kalau orang sini mereka mereka mempunyai pekerjaan dan di malam hari mereka lebih mementingkan istirahat," ucapnya, seraya menduga aksi palak itu dilakukan penjahat kambuhan dari luar kampung.
Di tempat yang berbeda, Kasman (40) karyawan di Karawang International Industry City (KIIC) membenarkan aksi pemalakan yang menimpa karyawan-karyawan pabrik. Aksi kejahatan yang dilakukan tengah malam itu dilakukan segerombolan pemuda. “Mereka memalakan di malam hari terutama saat tanggal gajian kami. Aksi mereka sebetulnya membuat kami takut tapi kami paksakan berani karena kami punya tanggung jawab kerja. Kami berharap ada polisi yang dikirim ke sekitar jembatan itu," tandasnya. (yfn)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template