Pedagang Cikampek 1 Terancam Disegel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pedagang Cikampek 1 Terancam Disegel

Pedagang Cikampek 1 Terancam Disegel

Written By Mang Raka on Kamis, 28 April 2016 | 17.30.00

-Jika Belum Lunasi Kios

CIKAMPEK, RAKA - Persoalan di pasar Pemda Cikampek 1 tidak pernah selesai. Belum beres urusan dengan pengelola pasar, kini para pedagang dibuat kesal oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sembada Dana.
Seorang pedagang, Yusuf Subur Sastra (57) mengatakan banyak pedagang yang dirugikan oleh BPR, salah satu contohnya adalah setoran dua unit kios milik Dzukfikri. Harga satu kios Rp 69 juta, tapi tagihan yang dikeluarkan BPR sebesar Rp 414 juta. "Terus ada ancaman disegel oleh BPR jika tidak segera diselesaikan. Padahal Pak zul juga sudah menyetor sekitar Rp 30 juta," jelas Yusuf kepada Radar Karawang, Rabu (27/4).
Kemudian kasus terbaru adalah pedagang daging. Meski tiap hari membayar cicilan, tetapi yang dicatat oleh BPR dalam tiap bulannya hanya 20 hari. Padahal kata Yusuf, dia menyetor 30 hari. Saat pedagang daging itu meminta struk pembayaran pada tahun terakhir, ternyata pihak BPR hanya memberikan struk tahun 2012. Kemudian pihak BPR juga menyatakan bahwa pedagang daging tersebut memiliki tunggakan sekitar 4 bulan. "Akibat kejadian ini, para pedagang berniat menghentikan sementara penyetoran kios dan lapaknya," ucapnya.
Lain dari itu, bagi pemilik kios dan lapak yang sudah lunas, sampai saat ini masih tidak ada kejelasan SHGBnya. "Kalau saya sudah lunas. Karena pembayarannya tunai. Tapi SHGB nya sampai sekarang saya belum pegang. Jelas kami dirugikan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, kehadiran PT Celebes Natural Propertindo ternyata tetap tidak membawa kebaikan bagi para pedagang. Sama halnya saat dikelola oleh PT ALS. Karena janji yang disampaikan Celebes sampai sekarang belum terpenuhi. "Apalagi saat kami membaca PKS antara pemda dengan Celebes. Ternyata didalamnya Celebes hanya mengurus SIMB (Surat Izin Mendirikan Bangunan). Sementara ALS tetap mengklaim sebagai pihak yang bisa mengeluarkan SHGB," ujarnya.
Dia juga menilai kondisi pasar semakin memanas dan tidak kondusif. Selain persoalan SHGB, retribusi tanpa karcis juga masih terus berjalan di Pasar Cikampek 1. "Ada juga teguran yang datang dari PLN sekitar satu bulan lalu. Terkait akan diputusnya aliran listrik yang non token. Padahal tiap harinya ada penagihan oleh pengurus (pasar) untuk kios Rp 3.000 dan untuk lapak Rp 1.000. Sedangkan jumlahnya mencapai 200 kios dan lapak," jelasnya.
Sementara saat Radar Karawang menyambangi kantor BPR Sembada Dana, meski kantornya buka tetapi tidak ada orang yang bisa dimintai keterangan. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template