Outdoor Gear Semakin Diminati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Outdoor Gear Semakin Diminati

Outdoor Gear Semakin Diminati

Written By Mang Raka on Selasa, 12 April 2016 | 16.00.00

-Georn dan Eiger Dulang Keuntungan

KARAWANG, RAKA - Virus dari film kegiatan di alam terbuka yang kini marak ditayangkan di televisi memberi dampak positif kepada perekonomian, salah satunya terhadap toko-toko penyedia peralatan outdoor.
Setiap hari terutama pada akhir pekan, toko tersebut dipadati pengunjung yang menyukai kegiatan alam bebas, terutama para pemuda di Karawang yang terkumpul dalam komunitas penggiat alam terbuka. Omzet rata-rata yang mereka peroleh setiap bulan Rp 150 juta.
"Terkejut saya, di Karawang penjualan peralatan outdoor sampai 150 juta tiap bulannya, memang sangat menarik, Karawang disebut kota industri," kata Hendi (40), pemilik toko Georn kepada Radar Karawang, Senin (11/4).
Untuk memudahkan memasarkan produknya, Hendi mengaku sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di Kabupaten Karawang. "Dengklok, Klari, pertigaan Bypass, Mega M, KCP," lanjutnya.
Hampir semua produk diminati masyarakat, seperti carrier, sepatu, jaket, baju, cookingset sampai aksesoris pendakian menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tidak sedikit produk luar negeri banyak diminati, seperti Deuter, Jack Wolfskin, Delta, The North Face, Karimor, Low Alpine dan lain sebagainya yang mempunyai kisaran harga cukup tinggi. Tapi hal itu tidak jadi soal, karena sebagian pelanggannya adalah karyawan perusahaan di kawasan industri.
"Mayoritas konsumen saya adalah karyawan perusahaan, banyak dari mereka lebih memilih produk luar ketibang produk dalam negeri. Katanya sih bergaya, yah meskipun harganya cukup lumayanlah," jelasnya.
Ditanya soal persaingan dengan jual beli online yang sekarang banyak digandrungi para pebisnis, tidak membuat Hendi pesimis. Justru dia merasa memiliki kelebihan yaitu bisa berhubungan langsung dengan pelanggan.
"Jual beli online memang bisa menjadi pilihan lain untuk menarik calon konsumen, tetapi berdagang dengan memiliki toko mempunyai kekuatan lain ketika mereka ingin memilih langsung barang yang ingin dibeli. Terlebih soal keuntungan dalam memilih cara," ungkap Hendi.
Hal lain diungkapkan oleh Ucup Supriatna (26) penanggung jawab toko outdoor Eiger. Menurutnya, keberadaan toko online justru merusak kestabilan harga yang ditawarkan kepada konsumen yang datang langsung ke toko. Ia mencontohkan, toko konvensional harus mengeluarkan biaya operasional seperti membayar gaji pegawai, listrik, tempat dan lain sebagainya. Sementara jual beli online merauk keuntungan tanpa memperdulikan hal lain. "Kalaupun ada, sangat minim dibanding kita," ujarnya.
Sedangkan daya saing yang timbul dengan keberadaan jual beli online, tidak berdampak signifikan terhadap omzet. Hal itu disebabkan kepada penilaian konsumen yang lebih dominan langsung datang ke tempat, dan memilih produk yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan. "Melakukan jual beli dengan datang di tempat lebih memuaskan konsumen, karena bisa melihat langsung produk dan menilainya sendiri," pungkas Ucup.(cr3)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template