Operasikan Truk Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Operasikan Truk Pelajar

Operasikan Truk Pelajar

Written By Mang Raka on Selasa, 19 April 2016 | 16.00.00

*Pelajar Pulang Malam Terlunta-lunta di Pinggir Jalan

PANGKALAN, RAKA - Masyarakat di Kecamatan Pangkalan mendesak agar pemerintah kecamatan mengoperasionalkan kembali kendaraan truk pelajar. Terlebih di daerah tersebut dari keseluruhan pelajar ternyata 30 persennya tidak mempunyai kendaraan operasional untuk ke sekolah. Itu belum termasuk minimnya angkutan umum di wilayah tersebut yang kerap kali menjadi penyebab terlambatnya siswa sampai ke sekolah karena tidak kebagian angkutan umum.

Seperti diungkapkan Watuniyah (44) warga Kampung Cibiuk, Desa Tamansari, Senin (18/4) dia mempunyai tiga anak, dan paling bungsu masih duduk di kelas 2 SMA di Pangkalan. Menurut dia, ketika truk pelajar masih dioperasikan putranya tidak pernah terlambat tiba di sekolah. Nilai-nilai belajarnyapun lumayan bagus karena bisa belajar dengan tenang. Namun setelah kendaraan operasional itu tidak dioperasikan prestasi belajarnya menurun. "Kendaraan pengangkut pelajar yang sebelumnya pernah beroperasi sekarang tidak lagi dioperasikan. Entah apa yang menjadi kendala, padahal kendaraan itu amat bermanfaatkan bagi pelajar," ucapnya.
Permasalahan yang sering timbul saat ini, lanjut Watuniyah, ketika para pelajar yang bersekolah siang hari dan pulangnya sore hari. Terkadang saking sulitnya mendapatkan angkutan umum sampai malam haripun mereka masih tetap dipinggir jalan. "Seharusnya kendaraan operasional pengangkut pelajar tersebut bisa dioperasionalkan kembali. Apalagi, jangankan malam hari siangnya saja sulit mendapatkan kendaraan. Karenanya ada rasa was-was setiap hari menunggu anak pulang sekolah," ungkap Watuniyah.
Masih ditambahkan Watuniyah, pelajar yang memiliki kendaraan operasional motor memang banyak tapi yang tidak punya kendaraan juga banyak. Di kampungnya saja, terang Watuniyah, dari keseluruhan anak usia sekolah hampir setengahnya tidak memiliki kendaraan operasional. "Hampir 30% pelajar di daerah saya tidak mempunyai kendaraan operasional," terangnya.
Karenanya, terang Watuniyah, dia amat berharap Pemerintah Kecamatan Pangkalan mengoperasionalkan lagi truk sekolah. "Kalau ada kendaraan umum gratis yang pemerintah sediakan sebelumnya sangat membantu kami. Kebetulan anak saya tiga dan yang bungsu sekarang sudah kelas 2 SMA di Pangkalan, kendaraan itu sekarang sudah tidak ada, padahal sangat membantu palajar," ucapnya.
Sementara Yanah (41) warga Cibiuk mengatakan hal sama. Kendaraan operasional pelajar itu sekarang tidak lagi beroperasi, sementara para pelajar yang pulang sore hari sering sekali terlunta-lunta di pinggir jalan karena tidak kebagian angkutan umum yang memang jarang jika sudah memasuki malam hari. "Sekarang banyak pelajar yang sepulang sekolah mereka lebih memilih menggunakan truk dengan bak terbuka. Mereka tahu itu amat berbahaya tetapi kalau tidak begitu bisa-bisa mereka tidur dipinggir jalan," imbuhnya.
Sementara, Bambang (45) warga Kampung Jaroke, Desa Taman Mekar, mengatakan, kendaraan operasional sebenarnya sangat membantu masyarakat yang mempunyai putra atau putrinya yang bersekolah, baik di SLTP, SLTA, maupun sekolah dasar. Namun karena tidak ada lagi sekarang maka banyak pelajar yang menggunakan kendaraan roda dua. "Dengan kendaraan operasional yang disediakan maka segala upaya penekanan jumlah siswa yang nakal, tawuran dan memiliki kendaraan roda dua belum dilengkapi surat-surat, kan bisa diminimalisasi," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template