Negara Hanya Mengakui Istri Pertama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Negara Hanya Mengakui Istri Pertama

Negara Hanya Mengakui Istri Pertama

Written By Mang Raka on Sabtu, 09 April 2016 | 13.30.00

*Istri Kedua Juga Warga Negara

TEGALWARU, RAKA – Pengakuan negara dalam administrasi kewarganegaraan hanya kepada istri pertama, di Karawang Selatan dipertanyakan. Kebijakan negara itu dianggap petaka bagi anak-anak dari istri kedua yang tidak memiliki hak pembubuhan nama suami sebagai wali dalam akte kelahiran dan akte keluarga (KK). Padahal peranan akte dalam masa depan anak amat besar.

"Pada dasarnya pengakuan negara terhadap warganya bisa dilakukan dengan legalitas yang memadai. Seperti akte kalahiran dan kartu keluarga. Akan tetapi ini polemik karena pengakuan negara terhadap istri ke dua di dalam administrasi negara yang sah, seperti memiliki akte kelahiran anak dan memasukan nama ayahnya di dalam akta keluarga tiak bisa," ucap Kepala Urusan Administrasi Desa Mekarbuana, Yana Sumaryana, Jumat (8/4).
Yana sendiri mengakui ketika memang ada warga yang membuat akte keluarga sementara mempunyai istri ke dua, di akte selanjutnya tidak bisa dibubuhkan nama ayahnya karena akan menjadi pengandaan data. “Jujur saya belum mengerti tentang mekanisme tersebut dan mungkin akan saya coba pelajari dengan serius agar istri muda pun bisa mendapatkan pengakuan sah dan nama suaminya bisa dibubuhkan di dalam akta keluarganya," imbuhnya.
Demikian dengan Atam (51) Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tegalwaru, didalam PP no.40 memang dijelaskan bahwa materi yang bisa disahkan dalam undang-undang jika menikah dua kali nama suaminya tidak bisa dimasukan dalam nama kartu keluarga istri keduanya. Dirinya pun belum mendapatkan eksepsi lainnya selain hal tersebut. “Mungkin bisa masukan dalam addendum perihal tersebut, namun ranah penggodokan undang-undang kan sudah jelas bukan ranah pemerintah. Pengkajian ulang masalah itu kalau menurut saya sudah bisa ada, hanya saja penelahaan yang serius mungkin belum saya pelajari dengan jelas," tukasnya.
Sementara, di tempat terpisah, warga yang tidak mau disebutkan namanya dan berstatus istri kedua menyampaikan, pengakuan negara itu membuat rancu administrasi. Saat memang seperti di kasusnya tersebut menginginkan adanya pengakuan yang jelas hingga sampai nama suami pun berharap bisa dibubuhkan di dalam Kartu keluarga. "Saya menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) hanya dilain kota dan sampai saat ini nama suami saya tidak bisa dibubuhkan di akta keluarga karena akan menambah jumlah jiwa usik. Perihal itupun sudah saya sampaikan ke suami. Saya hanya berharap ada peninjauan kembali tentang mekanisme pembuatan kartu keluarga. Karena biar bagaimanapun saya dan anak anak saya adalah warga negara juga," katanya. (yfn)



Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Ini emang negara gila...harus ada yang menggugat ke MK

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template