Menjelang Pesta Durian Nusantara 2016 (1) - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menjelang Pesta Durian Nusantara 2016 (1)

Menjelang Pesta Durian Nusantara 2016 (1)

Written By Mang Raka on Kamis, 14 April 2016 | 17.01.00

Bogor Punya Rancamaya, Karawang Punya Durian Loji

Berduri, wangi, legit dan bikin ketagihan. Itulah buah durian. Meski sangat akrab di lidah masyarakat Karawang, namun tanaman buah ini sangat jarang ditemukan.
Di Karawang, tanaman ini hanya bisa ditemukan di wilayah selatan. Tersebar di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, serta sebagian Ciampel. Yang paling populer adalah durian Loji. Namun, buah ini hanya bisa dinikmati pada bulan-bulan tertentu saja. Jumlahnya pun tidak terlalu banyak, karena durian Loji bukan komoditas utama pertanian. Tidak ada petani di sana yang khusus membudidayakan durian. Pantas jika namanya masih kalah populer dengan varietas lain dari luar daerah.
Penyelia tanaman asal Telagasari Drs Wawan Kawista mengatakan, sebetulnya Karawang pernah memiliki durian khas. Bahkan melegenda. Buktinya di Kecamatan Klari ada Desa Duren. Dulu kenangnya, di desa tersebut terdapat kebun durian. Namanya durian Walahar. Sayangnya, dirinya yang telah melakukan perburuan selama berpuluh-puluh tahun, tidak lagi menemukan varietas tersebut. Diakuinya, saat ini memang mulai ada minat sebagian warga untuk mengembangkan tanaman durian, meski secara pribadi. Umumnya yang dikembangkan varietas dari luar daerah, separti durian montong, sitokong dan lainnya. "Karawang sudah tidak ada kebun durian, di Loji pun sama sudah semakin mengikis, yang kita beli itu ya dari impor atau tumbuh dari kabupaten lain," ujarnya saat berbincang dengan Radar Karawang dalam satu kesempatan.
Alumni Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, dirinya juga tengah mengembangkan durian sitokong. Itupun sebatas di pekarangan rumahnya. Varietas ini dikembangkannya karena di setiap bagian belahan duren, sangat nampak juring seperti garis yang ada di buah belimbing dengan bobot sekitar 2 kiloan, lebih cepat matang, dengan aroma yang khas dan daging yang manis legit.
Cara menanamnya pun tidak terlalu rumit. Cukup dengan menggali tanah 1 meter, serta perawatan khusus. Meski begitu, dirinya menggunakan pola tanam okulasi, bukan cangkok atau stek. Menurut Wawan, dalam 3 tahun, durian akan mulai berbuah. Idealnya, dalam satu pohon durian berbuah sempurna sekitar 40 butir, jika lebih, sebaiknya dipetik dini. Itu dilakukan agar durian bisa lebih besar dan bagus, karena jika lebih dari 40 akan kecil dan kekurangan nutrisi.
Ia berharap kedepan Karawang bisa meniru kampung-kampung dan sentra durian dari kabupaten lainnya, seperti restoran durian, kebun durian dan sejenisnya agar di Karawang semakin banyak tanaman produktif. "Harapan saya, pemkab bisa membuat restoran duren dan mengembangkan perkebunan durian kembali," paparnya.
Soal buah berduri itu, yang kini mulai naik daun lagi adalah durian Rancamaya. Varietas inilah yang tengah dikembangkan di Kabupaten Bogor. Tak jarang, pemerintah daerah setempat bersama para pecinta durian menghelat kontes. Tujuannya, agar petani di sana serius membudidayakan buah khas daerah bersuhu lembab itu. "Nanti 10 juara teratas, kita datangi pohonnya dan kita bibitkan,” ujar Ketua Yayasan Durian Nusantara Mohamad Reza Tirtawinata.
Diakuinya, sekitar 50 tahun lalu, wilayah Rancamaya merupakan sentra durian terkenal di Bogor. Namun, seiring perkembangan zaman, ribuan pohon durian ditebangi karena pembangunan perumahan, lapangan golf dan perkantoran. “Ada puluhan jenis yang sudah hilang, antara lain si pingku, si matahari,” ucapnya.
Memang, masih ada seribu pohon yang tersisa dari berbagai jenis durian. Di mana antara jenis yang satu dengan yang lainnya berbeda. Untuk memudahkan mengumpulkan durian, mereka pun mengadakan kontes durian dengan nama Kontes Durian Rancamaya. Anda berminat mencicipi durian dari berbagai daerah di Nusantara? Silahkan datang ke acara Pesta Durian Nusantara yang akan digelar di Mal Karawang Central Plaza, 15-17 April mendatang. (rud/ps)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template