Mendulang Omzet dari Bisnis Distro - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mendulang Omzet dari Bisnis Distro

Mendulang Omzet dari Bisnis Distro

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 13.30.00

-Tebar Jaring Lewat Reseller Hingga Jadi Sponsor Musik

KARAWANG, RAKA – Kekinian penampilan trendi tidak hanya milik anak-anak muda di kota besar. Generasi Z di Kabupaten Karawang juga tidak kalah gaul dan ngejreng jika bicara soal gaya.
Tidak jarang mereka secara berkelompok memesan puluhan pcs ke konveksi, agar pakaian yang mereka gunakan tidak ketinggalan zaman. Jika bicara bisnis, tentu tren anak-anak muda ini menjadi pangsa pasar yang menggiurkan.
Distro DOI misalnya. Toko yang berdiri tahun 2005 di Jalan Tuparev depan Mall Ramayana Kabupaten Karawang ini, mengeruk omzet hingga Rp 100 juta per bulan.
Bahkan untuk memperluas penjualan, toko yang dikepalai Barket Suyanto itu membuka cabang di Cikampek, Bekasi dan Bogor. Tidak cukup berjualan di darat, Barket mengatakan, baju yang dijualnya juga dipasarkan lewat online dan diperkuat dengan menjadi sponsor musik. "Seperti beberapa waktu lalu di Cikarang, kami suplai kaos 30 pcs dengan brand sendiri," tuturnya kepada Radar Karawang, kemarin.
Berbicara produk dan harga, kata Barket, dirinya punya brand sendiri yang dinamai Under Dog, Over Class dan Khere. Sedangkan produk lain yang dibelinya secara grosir di Toko Parahyangan Bandung hanya menjadi pelengkap di sudut toko. Harga yang ditawarkan pun cocok di kantong konsumen, untuk t-shirt dari Rp 80 ribu hingga Rp 135 ribu, topi Rp 70 ribu, sandal Rp 60 ribu sampai 80 ribu, dompet Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu, sweater Rp 150 ribu sampai Rp 240 ribu, tas Rp 160 sampai Rp 170 ribu, kemeja Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu dan sepatu dari Rp 120 hingga Rp 150 ribu. “Produk clothing sendiri lebih murah,” ungkapnya seraya mengatakan produknya pernah dipesan oleh konsumen di Kota Malang, Purwokerto, Bali hingga Papua.
Menurutnya, penjualan semakin meningkat menjelang bulan puasa terlebih lebaran, tahun baru dan setiap tanggal muda. Terutama pesanan yang diterima berasal dari murid sekolah SMA sederajat. Untuk satu kelompok saja, kata Barket sampai 30 pcs. Harga yang ditawarkan Rp 80 ribu per pcs. "Tren pakaian mengacu kepada fashion di kota besar lewat informasi di berbagai media, apalagi televisi," tuturnya.
Lain lagi dengan penjual T-shirt di Cikampek, Endi Nurdiansyah. Teknik pemasaran yang dilakukannya selain dengan bertatap muka dari satu tempat ke tempat lain, yakni tebar jaring dengan sistem reseller, yaitu menjualnya dengan harga grosir, diskon 20 persen. "Dengan begitu, penjualan dapat menguntungkan bagi mereka yang ingin mencoba berwirausaha dibidang clothing," tuturnya.
Sementara keunggulan dari t-shirt yang dijualnya, umumnya yang banyak diminati pembeli adalah produk berbahan cotton combed 30s dengan jenis sablon plastisol. "Konsumen dewasa lebih suka yang simpel, sedangkan remaja banyak gambar,” kata Endi.(cr3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template