Memukaunya Teater Kalangkang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Memukaunya Teater Kalangkang

Memukaunya Teater Kalangkang

Written By Mang Raka on Senin, 18 April 2016 | 15.30.00

-Ketika Istri Muda Bicara Cinta

KARAWANG,RAKA- Rumah Budaya Sunda Art Subang akan mementaskan naskah teater Kalangkang, karangan Nazarudin Azhar. Naskah berbahasa Sunda ini akan dimainkan di ajang FDBS (Festival Drama Basa Sunda) tingkat Jawa Barat, 24 April 2016 di Gedung Rumentangsiang, Bandung. Kalangkang atau dalam Bahasa Indonesia berarti bayang-bayang, disutradarai oleh Budi Kumisan. Kalangkang sudah empat kali dipentaskan di aula Desa Sukamandi Jaya, Subang.
Kalangkang berkisah soal bayang-bayang yang menghantui para tokoh. Rahma, istri kedua Darma, dibayang-bayangi oleh Rukmini, istri pertama Darma yang meninggal karena sakit. Darma selalu memaksa Rahma bersikap seperti Rukmini. Memakai pakaian Rukmini. Dan melakukan kebiasaan yang sering dilakukan Rukmini. Kerinduan Darma pada istri pertamanya, dicurahkan pada Rahma. Rahma hanya bisa pasrah menuruti maunya Darma.
Cerita yang bergaya surrealisme-romantic ini berjalan pelan sampai ke titik mendekati klimaks. Darma punya banyak dosa di masa lalunya. Sebagai mantan anggota dewan, dan mantan bupati dua periode, Darma banyak melakukan pelanggaran hukum. Dosanya makin berlipat-lipat ketika ia bermain perempuan. Tingkah laku Darma yang terakhir, membuat Rukmini jatuh sakit sampai kemudian meninggal. Rahma adalah salah satu korban kejahatan Darma. Demi membayar hutang keluarganya kepada Darma, Rahma pasrah menjadi istri kedua Darma. Menghabiskan usia mudanya di pelukan lelaki tua yang telah menyulitkan keluarganya.
Namun, Rahma tetap tulus merawat suaminya. Ia menghibur suaminya, menemani Darma menjalani sisa hidupnya dalam penyesalan. Sampai kemudian datang kardi, politisi anak didik Darma yang saat itu menjabat sebagai bupati. Kardi pernah diselamatkan Darma.
Suatu ketika, Kardi hampir dijerat pasal korupsi pada sebuah proyek. Darma menjamin Kardi. Membebaskannya dari tuntutan hukum.
Kardi mengajak Rahma selingkuh dengan ancaman, jika Rahma tidak mau menyerahkan tubuhnya, Kardi akan membongkar seluruh kejahatan Darma. Bagai makan buah simalakama, Rahma tunduk di bawah ancaman Kardi. Itu ia lakukan, seutuhnya demi melindungi Darma, suami yang terlancur ia cintai.
Cerita jadi menarik saat Darma mencium perselingkuhan Rahma. Pembimbing Rumah Budaya Sunda Art, Ayi G Sasmita menuturkan, ia sudah terbiasa menggarap naskah-naskah realis. Saat menggarap naskah surrealis, ia merasa tertantang. Apalagi dalam naskah, ada dua peran yang hidup di dimensi berbeda dengan dimensi Darma dan Rahma. Dua tokoh ini adalah bayang-bayang yang merepresentasikan rasa bersalah Darma. Untuk mengakali dua tokoh ini, Ayi sengaja membuat dimensi absurbitas dalam set panggung. "Alam absurb ini dipakai dua tokoh bayangan tadi untuk berperan dan menggerakkan cerita," tutur Ayi.
Meski bergenre surrealis, Kalangkang seutuhnya adalah naskah romantis. Makanya, sepanjang pementasan diwarnai dengan suasana kelam dan gelap. Musik penggiring yang lirih, menggiring penonton untuk larut dalam suasana duka cinta istri kedua.
Panggung dibangun satu set. Tanpa banyak properti, karena memang ini naskah surrealis. Tim tata musik memainkan aransemen analog. Tanpa sedikitpun memainkan aransemen digital.
Unsur kejutan dalam Kalangkang adalah, saat sutradara memasukkan pemusik dalam panggung, bukan hanya sebagai musik penggiring, namun juga menjadi bagian yang menggerakkan cerita. Dua pemusik (satu penyanyi, satu pemain gitar) ini berada dalam dimensi yang sama dengan dua tokoh bayang-bayang.
Pemusik ini dengan sempurna mengeksekusi bagian klimaks dan anti klimaks. Suara penyanyi yang melengking, dengan padu mengantar Rahma membangun suasana sendu, saat ia menghibur Darma yang sedang merindukan istri pertamanya. Adegan makin lirih, saat Rahma memeluk Darma, sebagaimana seorang ibu memeluk anak lelakinya yang sedang bersedih.  Gesture pelukan ini mampu membuat penonton merinding.
Hendrik Agustian, tokoh yang memerankan Darma menuturkan, proses latihan Kalangkang memakan waktu sampai tiga bulan. "Doakan kami bisa memberikan yang terbaik," pungkas Hendrik.(ega)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template