Mekarbuana Perlu Regulasi Penggunaan Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mekarbuana Perlu Regulasi Penggunaan Air

Mekarbuana Perlu Regulasi Penggunaan Air

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 April 2016 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Berkah air di musim hujan yang sangat berlimpah ternyata ditanggapi kurang bijak warga Kampung Jayanti, Desa Mekarbuana. Seperti lupa sulitnya mendapatkan air di musim kemarau, kini air yang berlimpah pun tidak dimanfaatkan optimal warga disana, bahkan sering membiarkan kucuran air yang keluar terbuang percuma hingga berjam-jam.

Terpantau RAKA, Jumat (15/4) beberapa kran milik warga airnya dibiarkan terbuang. Padahal di waktu musim kemarau kemarin yang melanda daerah itu lebih delapan bulan warga termasuk warga wilayah Kecamatan Tegalwaru sangat kesulitan mendapatkan air. Untuk itu perlu ketegasan pemerintah desa, agar bisa memperingatkan warga yang dekat dengan sumber air lebih bijak dalam mensikapi melimpah air saat ini. Sehingga bisa saling mengerti dan memahami hukum yang diterapkan agar masyarakat lebih arif dalam menggunakan air.
Seperti diungkapkan Jaka (40) warga di Kampung Legok Kotok, yang menjadi petugas pengelola pipa air, warga yang lain dalam satu desa pun akan mengeluh ketika air yang sangat dibutuhkan masyarakat dibuang percuma. Sementara di tempat lainnya air diatur secara serius. "Air yang kami terima saat ini bukan dari pipa yang sudah ada melainkan dari Sungai Cigeuntis. Menurut saya sungguh tidak elok kalau warga yang lainnya belum bisa merasakan air secara merata sementara warga yang lainnya membuang begitu saja, ini perlu peninjauan serius," tandasnya.
Di tambahkan Deni somantri (55) warga di bagian terbawah Kampung Cipeuteuy, pernah merasakan dampak dari kesulitan air pada saat kemarau kemarin dan berharap ada pengelolaan air yang serius. "Permasalahan air ini harus ada aturannya. Di wilayah lain bisa berjalan dengan baik dan ada retribusi berbayar yang dikenakan kepada masyarakat. Hal itu merupakan salah satu alat kontrol juga kok agar warga tidak dengan murah menghambur-hambur air," tukasnya.
Ditambahkan Mamad (45), agar masyarakat bisa mendapatkan beban yang sama ketika memanfaatkan dan menggunakan air, menurutnya kenapa tidak dan kenyataannya itu bisa di jadikan barometer yang baik agar masyarakat tidak dengan sesuka nya membuang-buang air percuma. "Bisa saja dan ini merupakan cara bagaimana warga harus menghormati penggunaan air yang bijak serta tidak semena-mena. Sementara ketika musim berganti menjadi kemarau dan kesulitan mendapatkan air warga yang lainnya harus bisa menerimanya. Itu kembali lagi kepada kebijakan pemerintah desanya sendiri," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template