Mami Biaya Anak dan Istri dengan Ulekan Batu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mami Biaya Anak dan Istri dengan Ulekan Batu

Mami Biaya Anak dan Istri dengan Ulekan Batu

Written By Mang Raka on Sabtu, 09 April 2016 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA –  Untuk bisa tetap bertahan hidup memang dibutuhkan kerja keras. Itulah yang dilakukan Mami (80), warga Kampung Parakan Badak, Desa Mekarbuana. Diusia senjanya kakek ini masih terus saja mencari rezeki melalui usahanya membuat perkakas rumah tangga dari Batu.

Kakek renta tersebut memang bukan asli Kecamatan Tegalwaru. Dia dari Cianjur, dirinya singgah di Parakan Badak sejak 1970 dan menetap disana setelah mendapatkan istri asli dari Kecamatan Tegalwaru. Memiliki keahlian membuat perkakas rumah tangga dari batu itu sejak dari dirinya berusia remaja hingga saat ini. Bahkan pembelinyapun sudah bukan dari wilayah Kecamatan Tegalwaru, melainkan dari beberapa wilayah seperti kota Karawang bahkan Bekasi, Jakarta hingga luar Jawa seperti Sumatera dan Bengkulu.
Diterangkannya, dalam satu hari dia mampu membuat perkakas rumah tangga seperti coet batu, lalayah batu dan berbagai keperluan rumah tangga yang dibuat dari batu. Harganya pun variasi dari Rp 50.000 hingga ratusan ribu. “Saya termasuk orang yang tidak mau bekerja dengan orang. Dari muda saya dulu hingga sekarang menginginkan tetap terus berjuang dan berusaha bisa mendapatkan hasil yang halal. Dengan kemampuan saya ini, saya bisa menghidup istri serta ke tiga anak saya," ucap Mami.
Masih dijelaskan Mami, hampir setiap hari ada saja yang datang ke rumahnya dan memesan. Sampai saat ini pesanan terbesarnya adalah saat dimintai pesanan hingga sampai 100 perkakas mini serta yang memesannnya adalah sebuah rumah makan yang berdomisili di Jakarta.
Sementara Imah (77) istri Mami mengaku bangga dengan suaminya yang hanya sebagai pengrajin perkakas batu. Sifat berjuang dan terus ingin membahagiakan semua anak-anaknya seperti menjadi prioritas utama hidupnya. Bahkan dengan kemampuan tersebut bisa menyelesaikan dua orang anaknya hingga tingkat SLTA. “Selama hidupnya tidak pernah mengeluhkan perihal pekerjaannya kepada saya bahkan sebenarnya pekerjaannya itu cukup mengeluarkan banyak tenaga. Karena bahan material yang dibutuhkannya kebanyakan suami saya mengambilnya di sungai Cigeuntis," ucapnya.
Hal sama diungkapkan Karim (50), tetangganya, dia amat mengapresiasi kegigihan dan motivasi hidup Mami karena selama ini dirinya walaupun di usia senja itu masih saja tetap bergelut dengan usaha yang di tekuninya. Bahkan tidak tampak wajah lelah dan mengeluhnya. “Kegigihan Kakek Mami ini patut dicontoh generasi muda sekarang ini. Dan itupun mesti jadi cerminan masyarakat yang lainnya. Hadapi semua kenyataan hidup walaupun memang tidak bisa besar hasilnya akan tetapi mensyukuri. Kakek Mami bisa dijadikan suritauladan bagi semua," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template