Libatkan Pemuda Dalam Pembangunan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Libatkan Pemuda Dalam Pembangunan

Libatkan Pemuda Dalam Pembangunan

Written By Mang Raka on Kamis, 14 April 2016 | 16.00.00

DALAM setiap pembangunan idealnya pemuda harus dilibatkan dan diarahkan agar peduli terhadap lingkungannya. Hal itu perlu dilakukan, selain sebagai generasi penerus pemuda merupakan ujung tombak pembangunan di daerah yang mesti di arahkan guna mengembangkan wilayahnya.

Hal itu terungkapkan dalam HUT ke 17 Karang Taruna Sinarbuana, Dusun Sirnaruju, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, yang digelar, baru-baru ini. "Tabiat pemuda tidak bisa ditentang apalagi dikekang. Namun sebagai generasi penerus mereka perlu diarahkan sehingga tidak salah dalam berbuat," terang Ketua Karang Taruna Sinarbuana, Deden Hidayat, kemarin.
Deden berharap kedepan dengan adanya kegiatan ulang tahun ini selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga menjadikan pembelajaran bagi pemuda agar tetap peduli terhadap kehidupan sekitarnya. Karena pada hakekatnya sebaik-baiknya hidup adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain, baik dalam bentuk menolong sesama, maupun dalam bentuk memberikan nasehat.
Secara terpisah, tokoh masyarakat setempat, Enim, mengatakan, satu-satunya harapan para orang tua adalah pemuda. Namun itupun tidak bisa menjadi generasi penerus yang sesuai dengan yang diharapkan jika pemuda diarahkan. Diantara bentuk pengarahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberi dukungan. Baik dalam bentuk kegiatan maupun hal-hal positif yang bersifat membangun kreatifitas dan bakat pemuda.
Sebagai tokoh masyarakat Enim mempunyai harapan yang tak jauh beda dengan masyarakat lainnya. Kedepan generasi yang kelak akan menggantikannya akan lebih baik lagi. Apalagi jika mengingat bahwa untuk didaerahnya merupakan daerah wisata, yang berarti para pemuda dan masyarakatnya harus lebih siap dibanding dengan daerah lainnya. Sebab yang namanya daerah wisata pengunjung datang dari mana-mana dengan membawa kebiasaan dan kebudayaan yang terkadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan budaya yang ada.
"Jika saja pemuda tidak siap maka tidak menutup kemungkinan budaya yang ada lambat laun akan tergerus dan akan terlupakan, dan saya berpesan oleh karena itu agar pemerintah daerah pun tanggap dan peka terhadap hal ini, Apalagi pemerintah itu seperti orang tua yang memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan pemuda sebagai anak-anaknya yang akan meneruskan tanggung jawab membangun daerah," jelasnya.
Sementara Wawan Setiawan (25) pemuda yang mengikuti kegiatan dari perencanaan hingga pasca pelaksanaan, mengatakan, kegiatan yang digelar juga diramaikan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dewasa dan anak-anak. Seperti lomba memasukan pensil dalam botol, balap karung, gigit koin pada jeruk, balap bakiak panjang, enggrang (jajangkungan), bola teropong, makan krupuk, tarik tambang, make up tapi mata ditutup, adu panco, dan panjat pinang, termasuk memberikan santunan kepada orang jompo.
Sanimah (80) nenek penerima santunan, ketika dimintai komentarnya, berharap pemuda yang telah memberikan santunan menjadi pemuda yang bermanfaat bagi bagi nusa bangsa dan agama. "Jika mengingat kondisi kesehatan saya yang sudah tidak kuat untuk beraktivitas sebagaimana mestinya, maka satu-satu harapannya adalah dari kepedulian anaknya atau para pemuda yang peduli terhadap kehidupannya," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template