Lemburan Karyawan PT STI tak Dibayar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lemburan Karyawan PT STI tak Dibayar

Lemburan Karyawan PT STI tak Dibayar

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 April 2016 | 16.30.00

JATISARI, RAKA- PT Surya Tekstil Indonesia (STI) di Desa Cimahi, Kecamatan Klari, diduga melakukan pelanggaran perundang-undangan. Selain menentukan jam kerja lebih dari 8 jam, perusahaan tersebut juga seenaknya mengeluarkan para karyawannya.
"Setiap hari saya bekerja selama 12 jam kerja. Yang 4 jamnya tidak terhitung lembur. Terus saya hanya kerja 19 hari saja, kemudian di rumahkan," ujar warga Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari Mahpudin (32), Jumat (15/4).
Dia menyampaikan, PT STI, menerima dirinya sebagai karyawan pabrik pada 4 Maret 2016. Tapi setelah 19 hari kerja, dia di rumahkan dan sampai saat ini tidak ada kejelasan, dipanggil lagi atau tidak di perusahaan tersebut. "Sampai sekarang tidak ada kejelasan, apakah akan ada panggilan kembali bekerja atau tidak," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, ada yang cukup aneh saat dia mendapat struk gaji. Pasalnya dalam struk gaji tersebut tidak tertera nama perusahaan. Oleh karenanya, dia meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, terutama Bupati Karawang dan Disnakertras untuk segera melakukan sidak kepada perusahaan tersebut. Agar bisa lebih jelas mengetahui aturan main yang terjadi diperusahaan tersebut. "Pemerintah harus turun tangan. Karena ini banyak yang jadi korban. Hanya hari Sabtu saja jam kerjanya 8 jam," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jatisari, Aa Rohman,  juga mempertanyakan kenapa disaat pemerintah daerah gencar-gencarnya melakukan sidak ke perusahaan. Masih ada bahkan masih banyak perusahaan yang melanggar aturan. "Kenapa masih ada pola kerja seperti itu di Kabupaten Karawang. Dan ini tidak boleh dibiarkan oleh pemerintahan kabupaten Karawang. Sebab warga Karawang itu berhak mendapatkan pekerjaan yang layak untuk memenuhi kehidupannya," ujarnya.
Dia meminta, Pemkab Karawang agar melakukan sidak lebih dulu terhadap perusahaan yang jelas-jelas melakukan pelanggaran perundang-undangan. Belum lagi jika ditinjau dari aspek lainnya, seperti kuota tenaga kerja, serta kewajiban perusahaan terkait dana CSR. "Pemkab dan Disnakertras Kabupaten Karawang jangan tutup mata. Ada persoalan tentang ketenagakerjaan di Karawang," tegasnya.
Didi, pihak PT STI mengaku, perekrutan karyawan diatur oleh karang taruna, bahkan saat diminta untuk konfirmasi lebih jelas, dia meminta agar menemui salah seorang yang juga bekerja di media massa. "Perekrutan karyawan melalui lingkungan dan Karang Taruna Cimahi. Bapak bisa menghubungi pak Boin dari pers Nasional," tulis Didi, melalui pesan singkatnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template