Ledakan di Klari Bukan Bom - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Ledakan di Klari Bukan Bom

Ledakan di Klari Bukan Bom

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 12.00.00

-Pelakunya Orang Iseng

KARAWANG, RAKA - Duar..!!! Warga Perumahan Terangsari Blok F1 Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, dikagetkan dengan suara ledakan, Kamis (28/4) malam. Beragam spekulasi pun diungkapkan warga. Dari mulai serangan teroris hingga ledakan akibat listrik korslet.
Setelah dicari sumber suara ledakan itu, akhirnya diketahui jika benda itu merusak dinding rumah Aji Suyanto, warga Blok F1 nomor 3. "Suaranya cukup keras. Dikira serangan teroris," ujar Cicih (32) warga setempat, Jumat (29/4) kemarin.
Kapolres Karawang AKBP Andi Mochamad Dicky mengatakan, ledakan yang menghebohkan warga Klari itu bukan bom rakitan. Sebab ledakan tersebut ternyata berasal parachute signal atau alat yang diluncurkan ke udara saat keadaan darurat. "Setelah kami melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Gegana Brimob Polda Jabar, ternyata ledakan itu bukan dari sebuah bom. Jadi kami tegaskan lagi, tidak ada sama sekali aksi teror maupun bom," katanya.
Dicky menjelaskan, parachute signal merupakan alat yang biasa digunakan untuk memberikan signal atau penerangan. Benda tersebut jika digunakan mengeluarkan daya ledak yang lumayan besar, atau setara dengan suara ledakan peluru hampa saat digunakan. "Dari hasil olah TKP ternyata suar. Fungsinya alat untuk memberikan signal dan penerangan, dan kebetulan saat itu kondisi di TKP aliran listrik tengah padam, dan ada warga yang menggunakan benda itu dengan iseng, " jelasnya.
Kemudian, pada saat digunakan ternyata alat tersebut tidak berfungsi maksimal, dan menabrak sebuah rumah warga hingga mengalami kerusakan akibat daya ledak dari tekanan alat tersebut. Sejauh ini, pihak kepolisian masih mencari orang yang menggunakan benda tersebut. "Karena gara-gara ulahnya sempat membuat geger masyarakat," katanya.
Selain itu kata Dicky, untuk mendapatkan benda tersebut tidaklah mudah. Karena selain harganya yang lumayan mahal, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memilikinya. "Biasanya digunakan Tim SAR. Karena kalau digunakan sembarang lalu kena orang sangat berbahaya," ungkapnya.
Dicky menambahkan, benda tersebut memang menimbulkan percikan api dan cahaya yang terang jika digunakan di tempat gelap. Karena setelah daya lontaran habis, maka fosfor dan magnesium yang terbakar akan tergantung pada parasut dan turun dengan perlahan. "Nyala flare ini mencapai 35.000 candle atau setara dengan terang dihasilkan oleh nyala sebanyak 35.000 lilin yang dinyalakan," pungkasnya. (ops)


Mengenal Parachute Signal


  • Terdiri dari sebuah tabung yang di dalamnya terdapat parachute dengan beban tergantung
  • Bahan mudah terbakar terbuat dari fosfor atau magnesium yang menyala sangat terang
  • Di bagian bawah terdapat rangkaian pelontar yang terbuat dari bahan peledak rendah berupa black powder
  • Pemicu berupa sebuah primer yang terbuat dari powder charge dan sebuah firing pin (pena pemukul) 
  • Firing pin berfungsi memukul primer hingga meledak dan menciptakan bunga api yang akan membakar black powder 
  • Pembakaran black powder menghasilkan gas panas yang mengembang, lalu menimbulkan ledakan terarah membakar flare dan melontarkannya ke udara bersama parachute-nya.
  • Lontaran parachute mencapai 300 meter
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template