Kualitas Beras Miskin Jadi Bahasan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kualitas Beras Miskin Jadi Bahasan

Kualitas Beras Miskin Jadi Bahasan

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 14.00.00

-Sosialisasi Raskin 5 Kecamatan

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Usai mendapat predikat pengelola raskin terbaik seminggu lalu, bukan berarti tunggakan setoran beras subsidi lancar. Buktinya, di sela-sela sosialisasi raskin 5 kecamatan di aula Kantor Camat Lemahabang, masih lebih banyak desa yang juara nunggak setoran raskin. Meskipun sosialisasi getol digelar setiap tahun, nyatanya belum berefek pada kelancaran setoran raskin akibat macet di pengelolaan pemerintahan desa.
Kasie Kesos Telagasari, Gunawan mengatakan dari tahun ke tahun digelar sosialisasi raskin oleh pihak Bulog hingga berujung pada temuan hasil pemeriksaan inspektorat tak lantas membuat penyetoran raskin lancar. Persoalan klasik seperti susahnya setiap desa dalam rangka penyetoran, masih menjadi bahasan utama dalam setiap sosialisasi.
Menurut Gunawan, sulitnya kelancaran setoran raskin kadang-kadang bukan dipicu langsung dari Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang malas menebus raskin alias nunggak, tetapi akibat lambatnya setoran dari RT atau uangnya sendiri terpakai oleh pengelola raskin itu sendiri. Bulog sendiri terus Gunawan, tidak pernah telat mendistribusikan raskin, meskipun sempat ada keluhan soal kualitas. Hanya saja, paska sosialisasi ini, kades, pengelola raskin di setiap desa dimohonkan agar jangan ada lagi tunggakan. semuanya harus sesuai pagu jatah yang disediakan. "Paska sosialisasi ini yang semua harapkan ya jangan ada lagi tunggakan, semuanya harus sesuai pagu," ujar dia.
Sementara itu Kasie Kesos Lemahabang, Satibi menuturkan, dalam sosialisasi raskin yang menghadirkan kesos dan para kades bersama pengelolanya dari Kecamatan Lemahabang, Majalaya, Telagasari, Rawamerta dan Tempuran ini, tidak ada perubahan regulasi maupun penambahan atau pengurangan pagu raskin di setiap desa tahun ini. Diakui Satibi, dalam sosialisasi ini lebih banyak tukar pendapat dan aspirasi kaitan keluhan distribusi raskin selama ini. Bahkan, soal kualitas beras yang kurang baik juga menjadi bahasan perwakilan dari Desa Srijaya Kecamatan Majalaya. "Lima kecamatan dihadirkan serentak ikuti sosialisasi raskin ini," ungkap dia.
Lebih jauh Satibi menambahkan, banyak masukan dari desa-desa kaitan raskin, utamanya yang menunggak diabsen satu persatu. Kebetulan, tambahnya, khusus Lemahabang tidak ada tunggakan dan semuanya lancar, karena desa-desanya yang koperatif. "Ya sempat sih ada usulan penambahan kuota raskin dan kualitas raskin menjadi bahasan," kata PNS yang pensiun dua bulan kedepan ini.
Sementara itu, Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Lemahabang Soleh mengatakan dalam sosialisasi pada dasarnya tidak banyak usulan yang dilayangkan ke pihak Bulog dan Pemkab. Hanya saja, desa-desa berharap penambahan kuota raskin, karena selama ini Rumah Tangga Sasaran (RTS) itu masih menggunakan data yang tahun 2011. "Keluhan data dari statistik minta yg baru. Jangan yang 2011," pinta dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template