Klinik di Cilamaya Wetan Malas Lapor Puskemas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Klinik di Cilamaya Wetan Malas Lapor Puskemas

Klinik di Cilamaya Wetan Malas Lapor Puskemas

Written By ayah satria on Kamis, 21 April 2016 | 16.51.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Memiliki tenaga medis, administrasi dan peralatan mandiri, nampaknya membuat Klinik kesehatan di sejumlah daerah segan memberikan laporan rutin kepada induknya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Meskipun sering ditegur untuk aktif melaporkan data dan penyakit masyarakat, pusat kesehatan swasta yang berorientasi bisnis ini tetap bikin limpung pejabat di lingkungan Puskesmas lantaran rendahnya kesadaran.
Itu diakui Kepala UPTD Puskesmas Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, Daud Eka Permana SKm. Setiap bulan klinik selalu diminta memberikan laporan 10 besar penyakit yang diderita masyarakat kepada Puskesmas. Data ini nantinya sebagai acuan kolektif yang akan diberikan kepada Dinas kesehatan.
Betapapun klinik memiliki laboratorium untuk mendiagnosa penyakit masyarakat, tetapi setiap laporannya harus masuk Ke Puskesmas, termasuk data-data seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). "Klinik punya laboratorium, puskesmas juga punya. Inginnya kita setiap ada yang didiagnosa seperti 10 penyakit masyarakat, atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB) harus saling koordinasi dan laporan," pinta dia.
Di Cilamaya Wetan tambahnya, khusus di wilayah kerja Puskesmas Sukatani ada 2 klinik, dalam aturan, harusnya 1 Klinik membina 2 posyandu, tapi kenyataannya tidak ada binaan apapun kepada Posyandu. Bagi Puskesmas tidak ada kewenangan langsung memberikan teguran lebih keras, tapi itu menjadi domain Dinas Kesehatan. "1 Klinik itu harusnya wadahi pembinaan 2 Posyandu, tapi kenyataannya kan tidak," heran dia.
Terlepas dari hal itu semua terus Daud, masyarakat diminta tetap menjaga dan mengantisipasi penyakit yang mereka derita. Karena sejauh ini, sudah mulai lagi ada pasien yang menunjukan gejala DBD. Meskipun Puskesmas minim peralatan fogging, tetapi pihaknya akan segera mengajukan agar DBD tidak meluas, khususnya di Desa Rawagempol Kulon. "Masuk klinik atau Puskesmas sama saja, yang jelas kita sosialisaakn selalu PHBS dan ancaman penyakit termasuk DBD," kata dia menutup. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template